KENDARIN RSONLINE - Cadangan devisa atau aset yang dimiliki oleh bank sentral dan otoritas moneter di suatu negara, yang terdiri dari berbagai mata uang yang berbeda, sebagian besar dolar Amerika Serikat, dan pada tingkat lebih rendah euro, poundsterling, dan yen Jepang. Emas juga lazim digunakan sebagai salah satu bentuk simpanan cadangan devisa.
Posisi cadangan devisa merupakan salah satu indikator yang menentukan kesehatan ekonomi sebuah negara. Kondisi cadangan devisa yang mengalami penurunan tajam dalam satu periode waktu bisa mengakibatkan nilai tukar negara tersebut mengalami penurunan. Pasalnya cadangan devisa merupakan indikator yang menunjukkan apakah negara tersebut mampu membiayai kebutuhan dalam negerinya.
Berdasarkan release Bank Indonesia yang disampaikan KPwBI Sultra melalui humasnya, Dedy Prasetyo, Senin (10/10) kepada Rakyat Sultra, posisi cadangan devisa Indonesia akhir September 2016 tercatat sebesar US$115,7 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2016 yang tercatat sebesar US$113,5 miliar.
Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan cadangan devisa, antara lain berasal dari penerimaan pajak dan devisa migas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah dan hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas, yang melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo.
Posisi cadangan devisa per akhir September 2016 tersebut cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor atau 8,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. (m5/b/aji)