Reporter : AHMAD AKBAR
Editor : UMAR MARHUM
KENDARI - sudah tiga bulan lebih atlet cabor softball Sultra berada di Filipina. Selama itu, cabor besutan Ripuji dan dua pelatih asal Filipina ini, menggenjot atlet di training center (TC). Sebanyak 16 orang pesoftball Sultra digembleng dibawah pantauan pelatih Apolonia Rosales dan Edwin Markado.
Atlet sengaja digenjot terus tanpa pulang ke Indonesia, hingga PON XIX Jawa Barat. Alasannya, agar materi latihan dan kondisi tubuh atlet tetap terjaga. Apalagi, otot atlet yang sudah terbentuk dengan baik akan berpengaruh jika mereka pulang beristirahat di Indonesia.
Setelah melakukan evaluasi dan pantauan langsung di Filipina, Ketua Pengprov Softball Sultra, Pahri Yamsul, menyatakan sudah sekitar 90 persen atlet mencapai target yang diinginkan pelatih. Target ini, akan terus dipertahankan hingga PON XIX mendatang.
"Semua sudah sekitar 90 persen pencapaian. Tinggal dipertajam terus," kata Pahri Yamsul, Selasa (19/7).