Jumat, 28 Agustus 2026

Pelonggaran PPKM Picu Optimisme, Pengamat: Covid Melandai, Ekonomi Pulih

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Senin, 25 Oktober 2021 | 11:54 WIB
Suprianto/Rakyat Sultra.  Foto ; Dr Syamsir Nur.
Suprianto/Rakyat Sultra. Foto ; Dr Syamsir Nur.

KENDARI, rakyatsultra.id - Secara nasional bahkan lokal Sulawesi Tenggara (Sultra), Covid-19 ini menekan seluruh aktivitas ekonomi. Jika dilihat dari sisi pertumbuhan bahwa Sultra pada 2020 dampak Covid-19 sedikit lebih baik dibandingkan nasional. Kemudian di 2021 ini, situasi tersebut tetap sama bahwa tekanan Covid-19 di daerah masih lebih baik di bandingkan nasional.

"Sekarang ini seiring dengan melandainya Covid-19, efektifitas kebijakan ekonomi daerah membuahkan tingkat optimisme untuk pemulihan ekonomi," ungkapnya saat berbicang di Program Podcast Rakyat Sultra di Kendari, Sabtu (25/10).

Dijelaskan, tingkat optimisme dapat dilihat dari dua sisi, yaitu implikasi melandainya Covid-19 yang diikuti dengan kebijakan pemerintah memberikan kelonggaran aktivitas ekonomi. Kegiatan ekonomi bisa tumbuh di dorong oleh aktivitas manusia.

Kemudian kedua, sektor yang terpapar paling dalam adalah sektor yang berkaitan dengan dinamika aktivitas seperti sektor perdagangan besar dan eceran, sektor konstruksi, sektor transportasi, akomodasi makan dan minum. Keempat sektor tersebut merupakan pembentuk utama pertumbuhan ekonomi selain sektor pertanian dan pertambangan.

"Tapi karena ada pelonggaran sedikit melalui kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level dua memberikan mobilitas mulai tumbuh sehingga sisi permintaan juga akan bergerak. Akibat adanya pelonggaran juga, sektor konsumsi mulai bergerak sehingga saya yakin akan ada pemulihan ekonomi lebih baik," ujarnya.

Syamsir menuturkan, optimisme juga didorong oleh sektor jasa yang mulai bangkit terutama jasa dari pemerintahan dan jasa pelayanan di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Pola produksi dan konsumsi membuat masyarakat beradaptasi menggunakan platform digital sulit ditinggalkan. Hal tersebut menjadi kebiasaan baru untuk menopang pertumbuhan ekonomi secara sektoral.

"Kebiasaan menggunakan teknologi digital selama pandemi Covid-19 ini menjadi kebutuhan sangat penting sehingga optimisme itulah yang berkontribusi memberikan pertumbuhan ekonomi kedepan," ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini

X