KENDARI - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengklaim bahwa untuk realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga 30 September tahun 2023 di wilayah kerjanya mencapai Rp4,44 triliun atau 62,65 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp7,08 triliun.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala KPPN Kendari, Agung Mulyono saat ditemui di Kendari, Selasa (3/10). Adapun capaian realisasi APBN di KPPN Kendari hingga 30 September tahun 2023 terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, belanja bansos yang telah mencapai Rp4,44 triliun atau 62,65 persen
Selain itu, kata Agung, untuk belanja di wiliyah Kabupaten Bombana telah terealisasi sebanyak Rp94,65 miliar atau 70,00 persen dari pagu anggaran sebesar Rp135,22 miliar. Kemudian untuk belanja di Kabupaten Buton Utara telah terealisasi sebesar Rp9,41 miliar dengan persentase 68,25 persen dari pagu anggaran sebesar Rp13,79 miliar.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Andalkan JKN Mobile dalam Layanan Digital
"Jadi, penyaluran APBN setiap bulannya terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan," ucapnya.
Ia menuturkan, untuk realisasi belanja di Kabupaten Konawe sampai dengan 30 September 2023 tercatat mencapai sebesar Rp204,03 miliar atau 74,81 persen dari pagu anggaran Rp272,72 miliar.
Agung mengatakan, untuk realisasi APBN di wilayah kerja Kabupaten Konawe Kepulauan tercatat mencapai Rp18,32 miliar atau dengan presentase 75,20 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 24,37 miliar.
Baca Juga: Hore.. Masyarakat Kabaena Segera Nikmati Listrik 24 Jam
"Kemudian untuk realisasi APBN di Kabupaten Konawe Selatan mencapai Rp172,53 miliar dari pagu sebesar 244,12 miliar. Sedangkan realisasi di Kabupaten Konawe Utara mencapai Rp58,01 miliar dari pagu anggaran sebesar Rp 77,67 miliar," imbuhnya.
Dia menambahkan, untuk realisasi APBN terbesar di wilayah kerjanya yakni di Kota Kendari mencapai Rp3,88 triliun dari pagu anggaran sebesar Rp6,32 triliun.
“Kemudian kami berharap agar satuan kerja untuk memaksimalkan realisasi APBN sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih" pungkasnya. RS