KENDARI - Ketua Komisi Satu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), LM Taufan Alam mengaku siap mundur dari kursi legislatif untuk mengemban amanah lebih besar di Kabupaten Muna Barat.
Apalagi dirinya makin mantap untuk tampil sebagai bakal calon Bupati Muna Barat di pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2017 mendatang. Alasan tersebut diungkapkannya ketika pemerintah pusat memutuskan Undang-Undang pilkada mewajibkan semua anggota DPR, DPD dan DPRD yang akan tampil sebagai balon bupati maupun wakil bupati harus mundur.
“Saya kira karena ini bagian dari Undang-undang siapapun itu harus mundur. Dan itu sudah jadi konsekuensi. Saya secara pribadi (balon bupati di Mubar)karena ini adalah amanat undang-undang maka saya siap mundur (dari DPRD Sultra),” tegas Politikus Demokrat ini, baru-baru ini.
Ketua DPC Demokrat Mubar memiliki alasan kuat untuk maju sebagai balon bupati di Mubar melawan pejabat (Pj) Bupati LM Rajiun Tumada. Niatannya untuk tampil sebagai balon bupati bukan karena alasan apa-apa, tetapi tuntutan amanah yang jauh lebih besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Bukan karena apa, tetapi untuk amanah yang lebih besar,” katanya.
Dia mengaku saat ini terus melakukan konsolidasi dengan beberapa partai politik yang memiliki kursi d DPRD Mubar, misalnya saja Golkar, PDIP, Hanura dan PKS. Bahkan proses sosialisasi pun terus berjalan dengan baik dimasyarakat. Sehingga dirinya opitmis untuk maju sebagai bakal calaon bupati di Pilkada Mubar.
Meski akan mengadapai Pj Bupati yang telah menjabat dua tahun di Mubar, namun Taufan menegaskan tidak akan gentar. Apalagi Taufan memliki dasar elektabilitas yang bagus untuk maju di Mubar sebaga balon bupati berdasarkan hasil survei yang terpercaya. (rs)