KENDARI - Sebagai orang tua, selalu memberikan pilihan terbaik untuk buah hatinya. Begitu pula Pasangan Gubernur Nur Alam dengan Hj Tina Nur Alam dalam mendukung puterannya Radhan Al Ghindo berkarya di barisan muda Perindo.
Terbilang cukup muda, Radhan Al Ghindo yang umurnya baru sekitar 17 tahun telah dikukuhkan jadi Ketua Dewan Pimpinan WIlayah (DPW) Pemuda Perindo, bersama jajaran pengurus lainnya, Kamis (19/5) di Hotel Grand Clarion Kendari.
Acara deklarasi dan pelantikan pengurus DPW Pemuda Perindo itu dihadiri, Gubernur Sultra dan Anggota DPR RI Tina Nur Alam yang juga sebagai orang tua Radhan Al Ghindo.
Dalam sambutan, Nur Alam mengaku bangga dengan anaknya yang tumbuh dewasa dan mampu berdiri berpidato sebagai Ketua DPW Pemuda Perindo Sultra. Padahal, cerita Nur Alam 15 tahun lalu, Radhan masih dalam pelukan digendongnya sebagai bayi.
Bahkan, sebelum acara pelantikan Nur Alam dikirimkan foto Rhadan oleh istri tercintannya Tina Nur Alam. Yang mana foto Radhan dengan kepala bertopi lambang PAN.
"Sebelum ini saya dikirimkan salah satu dokumen foto dari ibunya, yang masih bayi pada saat itu dengan lambang PAN. Dan sekarang saya bisa melihat dia berpidato, disilah yang jadi kebanggaan saya," ungkap Nur Alam bangga.
Selain itu, Nur Alam sebagai orang tua tidak pernah mengekang karir kebebasan anaknya untuk berkarya dan memberian kebebasan untuk memilih karir. Sehingga apapun pilihan terbaik anaknya, akan didukungnya dengan penuh.
Sehingga dia mendukung jika Radhan berkarya di Perindo. Apalagi menurut Nur Alam, Pemuda Perindo bukanlah organisasi politik, namun perindo adalah organisasi masyarakat dan pemuda.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Pemuda Perindo Effendi Syahputra pada kesempatan itu mengajak generasi muda untuk berfikir jernih, berani tampil ke depan dan mau peduli terhadap urusan politik.
"Pemuda harus berani tampil sebagai politisi muda dengan pikiran baru sehingga mampu membawa negara dan bangsa ini menjadi lebih maju dan sejahtera," ungkapnya usai mengukuhkan pengurus DPW Pemuda Perindo.
Pihaknya juga mengajak para pemuda untuk mengerti politik, karena politik itu tak hanya berisi kejahatan, tetapi ia bisa menjadi seni terkait kekuasaan dan pemerintahan serta bagaimana membela hak-hak rakyat untuk menghadirkan good and clean government.