-
Airlangga Hartarto
JAKARTA — Partai Golkar berniat merancang koalisi gemuk untuk menghadapi momentum pesta demokrasi akbar Pemilu 2024. Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto didorong sekaligus diusung sebagai Capres di 2024.
Seperti yang belum lama tersaji, Airlangga Hartarto secara khusus bertandang ke kediaman Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Pertemuan tersebut menarik karena dua tokoh dianggap mempunyai chemistry yang sudah terbangun sejak awal. Ini jadi silaturahmi politik yang tidak biasa.
Lantas bagaimana untuk meyakinkan para anggota koalisi bahwa Golkar layak jadi pemimpin koalisi besar?
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Nurdin Halid mengatakan dalam politik, tidak ada teman yang abadi, dan tidak ada musuh yang abadi. Yang ada adalah kepentingan.
“Nah kepentingan ini kepentingan apa? Kepentingan bangsa dan kebutuhan bangsa. Kepentingan bangsa dan kebutuhan bangsa inilah yang harus kita jual ke partai lain,” ungkap Nurdin Halid melalui keterangan tertulis, Kamis (18/3/2021).
Menurutnya, bila ada kepentingan bangsa yang sama, kebutuhan bangsa yang sama, maka partai lain pasti mau bersama-sama Golkar dalam perahu koalisi.
“Jadi kita di sini bukan bicara kepentingan partai atau kepentingan pribadi, tetapi kepentingan bangsa dan kebutuhan bangsa. Dengan adanya kepentingan bangsa dan kebutuhan bangsa yang sama pasti nyatu dengan Golkar,” katanya optimis.
Jika memang salah satu partai koalisinya adalah PDI Perjuangan yang juga menginginkan kadernya sebagai Capres, Nurdin Halid akan berupaya menyamakan persepsi, bahwa ada kepentingan yang sama dan ada kebutuhan yang sama.
“Jadi kebutuhan bangsa dulu, bukan kebutuhan Partai Golkar. Partai ini kan hanya pilar-pilar, kebutuhan bangsa ini harus disamakan dengan partai-partai yang mau bersama Golkar,” tegasnya.
Kalau sudah ada persepsi tentang kebutuhan bangsa ini untuk tahun 2024 kedepan atau menghadapi 100 tahun Indonesia emas, Golkar diakui Nurdin, sudah punya konsep tentang itu, tentang Negara Kesejahteraan.
“Negara Kesejahteraan ini kan merupakan kebutuhan bangsa. Jadi hal inilah yang akan kita tawarkan ke partai-partai yang lain. Kalau persepsinya sudah sama, ada kepentingan bangsa, ada kebutuhan bangsa, inilah yang akan merekatkan dengan partai-partai lain sehingga mereka mau menyatu dengan Partai Golkar untuk (mendukung) Pak Airlangga. Kira-kira begitu,” pungkas politikus senior asal Sulawesi Selatan tersebut. (endra/fajar)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Muhammad Ihsan
Terkini
Jumat, 1 Agustus 2025 | 05:31 WIB
Minggu, 2 Maret 2025 | 20:29 WIB
Jumat, 3 November 2023 | 13:39 WIB
Kamis, 2 November 2023 | 15:10 WIB
Rabu, 1 November 2023 | 09:43 WIB
Minggu, 8 Oktober 2023 | 11:24 WIB
Jumat, 6 Oktober 2023 | 06:45 WIB
Kamis, 5 Oktober 2023 | 19:16 WIB
Rabu, 4 Oktober 2023 | 14:27 WIB
Minggu, 1 Oktober 2023 | 18:39 WIB
Selasa, 27 September 2022 | 10:55 WIB
Kamis, 1 September 2022 | 12:36 WIB
Kamis, 7 April 2022 | 13:55 WIB
Sabtu, 2 April 2022 | 15:31 WIB
Rabu, 16 Maret 2022 | 21:55 WIB
Kamis, 10 Maret 2022 | 10:55 WIB
Selasa, 8 Maret 2022 | 09:22 WIB
Sabtu, 26 Februari 2022 | 07:14 WIB
Selasa, 22 Februari 2022 | 10:19 WIB
Senin, 21 Februari 2022 | 15:00 WIB