KENDARI, RSONLINE - Partai Golkar Sultra sampai saat ini belum mau membahas tentang pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPRD Sultra Suryani Imran yang baru-baru ini meninggal dunia. Ketua Harian DPD Partai Golkar Sultra Imam Al Ghazali menyadari berpulangnya kader terbaik Golkar itu ke Rahmatullah membuat kursi partai di parlemen terjadi kekosongan.
"Hanya kita tidak mau bahas dulu karena beliau baru baru meninggal dunia. Tapi kita akan tetap usulkan calon PAW. Tidak mungkin suara Golkar kita biarkan di DPRD," akunya saat ditemui di kantor Golkar Sultra, belum lama ini.
Saat ini, kata dia, Golkar kekosongan dua kursi di DPRD Sultra di daerah pemilihan Sultra dua masing-masing Konawe Selatan dan Bombana. Selain karena ditinggal oleh Suryani, kosongnya satu kursi Golkar di DPRD Sultra karena Surunuddin Dangga yang dulu menjadi Anggota DPRD Sultra sudah menjadi Bupati Konawe Selatan.
Surunuddin sebenarnya akan digantikan Subhan Tambera. Namun sebelum dilantik, Subhan meninggal dunia. Di bawah perolehan suara Subhan, ada Muddin Musa. Sayangnya mantan Anggota DPRD Sultra itu masih akan menjalani persidangan di Mahkamah Partai Golkar setelah dipecat DPP Golkar gara-gara mengeluarkan pernyataan mosi tidak percaya terhadap Ketua Golkar Sultra Ridwan Bae.
Keluarnya pernyataan Muddin Musa seiring dengan kisruh Golkar yang terjadi dualisme.
"Makanya sayangkan pernyataan Muddin Musa. Ingat, Ridwan Bae itu simbol Golkar di Sultra. Kalau sudah kader ucapkan mosi tidak percaya, pasti akan diambil sikap," ucapnya.
Nantinya kata Imam apabila Mahkamah Partai Golkar merekomendasikan nama baik Muddin Musa harus dikembalikan maka pihaknya akan melaksanakan perintah tersebut.
"Kalau memang rekomendasinya nanti begitu, tidak masalah. Dia juga kan kader," pungkasnya. (r1/b/ian)