Jumat, 28 Agustus 2026

Bawaslu Peringatkan Agar Tidak Ada Gerakan Profokatif pada Debat Cawapres

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Jumat, 22 Desember 2023 | 13:02 WIB
Lolly Suhenty.
Lolly Suhenty.

Lolly juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI untuk memastikan hal itu. Harapannya, pada debat malam nanti tidak terjadi kehebohan lagi. Sehingga, Bawaslu menganghap perlu dipastikan bahwa bersangkutan sudah clear dari hal itu.

”Kami juga ke KPU untuk meminta data pengamanan itu siapa saja, harus clear untuk antisipasi. Karena kan Pak Mahfud memteri juga. Bagi kami penting untuk memastikan seluruh personel pengamanan itu tidak melanggar, sehingga tidak mengganggu soal kenetralan yang harus dijaga,” tuturnya.

Gagasan Tak Tuntas

Menilai hal ini, pengamat politik Universitas Hasanuddin Andi Lukman Irwan mengaku ada banyak hal yang perlu dibenahi KPU dalam proses debat kandidat. Patokannya jelas mengacu pada debat Capres yang pertama.

Kata Lukman, memang sikap para kandidat pada debat pertama cenderung tidak stabil. Ada yang emosional, juga saling memancing dan memojokkan satu sama lain. Hal itu dianggap tidak efektif dan gagasan yang disampaikan tidak utuh.

”Saya melihat para kandidat di debat pertama itu justru banyak saling sindir. Akhirnya banyak waktu terbuang, karena gagasannya tidak sampai dan tidak tuntas,” ujarnya.

Kemudian, sikap yang ditunjukkan juga dinilai perlu evaluasi. Misalnya saja Prabowo yang dianggap emosional, Ganjar yang banyak berkisah, dan Aniea yang kerap menjawab di luar konteks pertanyaan. Hal ini diharapkan tidak terulang pada debat kedua nanti.

”Jangan sampai itu terulang. Para kandidat ini justru banyak pamer kerjaan mereka dibanding menyampaikan gagasan. Maka hal ini juga perlu disadari oleh kandidat agar semuanya efektif,” harapnya.

Selain itu, Lukman juga menilai durasi debat yang diberikan oleh KPU memang sangat singkat. Sehingga, dua menit untuk menyampaikan gagasan, dua menit menjawab dan satu menit saling menimpali, tidak efektif bagi masyarakat untuk menagkap maksud dan gagasan kandidat.

“Saya juga pernah sampaikan itu, terkait durasi waktu. Ini kan gagasan yang mau disampaikan, dengan harapan masyarakat bisa menilai lalu menentukan pilihan. Tetapi kan waktunya sangat mepet, itu tidak cukup. Mungkin ini juga perlu menjadi catatan bagi KPU,” bebernya. FJR/RS

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

X