Jumat, 28 Agustus 2026

Pengamat Politik Nilai Hasil Survei LSI Denny JA Tak Komprehensif

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Jumat, 3 Mei 2024 | 12:08 WIB
Najib Husain
Najib Husain

 

Kendari, Rakyatsultra.id - Pengamat Politik Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr M. Najib Husain menilai hasil survei 'Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA 65% warga Sultra pilih gubernur karena aspek kemampuan ekonomi' tidak komprehensif

M. Najib Husain mengatakan, apa yang diungkapkan hasil survei oleh LSI Denny JA sebenarnya diharapakan bisa memberikan pembelajaran politik utamanya kepada lembaga-lembaga survei yang ada di Sultra tentang bagaimana memaparkan hasil survei yang koprensif dan tidak hanya mengambil bagian-bagian yang bisa menguntungkan bagi klien. 

"Saya melihat sebenarnya satu persoalkan besar harus di ungkap oleh LSI tentang hasil surveinya dan saya yakin dia punya tentang pertanyaan apa latar belakang dari calon gubernur yang paling dibutuhkan oleh poter atau pemilih hari ini. Dan itu tidak diungkap padahal seandainya itu diungkap maka kita akan melihat bagaimana rekam jejak calon-calon gubernur yang akan tampil nantinya," katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (2/5/2024). 

Akademisi asal Universitas Halu Oleo (UHO) ini menuturkan, para calon gubernur yang akan tampil saat ini punya latar belakang yang berbeda mulai dari politisi, mantan birokrasi kemudian mantan dari TNI dan sebagainya. Sehingga Najib menilai hal tersebut menarik untuk bisa mewarnai pengetahuan dari pemilih. 

"Bahwa para calon-calon ini punya perbedaan-perbedaan dari latar belakang pekerjaan dan latar belakang keilmuan. Kemudian kedua, satu pelompatan menurut saya yang dilakukan LSI adalah ketika mempertanyakan persoalan ekonomi tetapi tidak mencoba menggali seperti apa kondisi ekonomi di Sultra saat ini, karena itu bagian dari pertanyaan pembuka sebelum responden ditanyakan apa yang menjadi kebutuhannya hari ini," jelasnya. 

Seharusnya itu kata dia bagaimana melihat kinerja Pj Gubernur sekarang dan apa yang harus diperbaiki oleh gubernur selanjutnya. Olehnya itu, tidak mungkin kepala daerah selanjutnya melakukan pembangunan lalu tidak memiliki dasar bahwa ada kelemahan dari gubernur sebelumnya dan Pj sebelumnya yang kemudian diperbaiki oleh gubernur selanjutnya dengan bagaimana mempersiapkan visi dan misinya.

"Itu bagian-bagian yang menurut saya hilang sehingga terkesan bahwa hasil LSI Denny JA ini lebih fokus pada persoalan pertanyaan apakah poter itu memilih calon gubernurnya berasal dari etnis di Sultra atau diluar etnis Sultra," sambung Peneliti Senior Lembaga Survei Sulawesi (LSS) ini. 

Menurutnya, poin tersebut tidak terlalu penting untuk dibahas karena yang paling penting adalah bagaimana calon-calon yang ditampilkan nanti adalah calon-calon yang betul-betul punya program kerja yang bisa memenuhi apa mejadi kebutuhan masyarakat di Sultra.

"Dan itupun tidak tergambarkan harusnya itu yang bisa digambarkan bahwa ada lima sektor kebutuhan yang dibutuhkan oleh poter hari ini di Sultra. Itu kemudian yang perlu kita lihat sehingga terkesan bahwa hasil dari LSI ini tidak komprehensif  dan perlu ada penjelasan dari kualitas instrumen survei yang digunakan untuk melihat seperti apa reabilitas dan palibitas dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada responden atau kepada poter," ucapnya. 

"Kenapa? Karena kita berharap bahwa hasil survei pertanyaan yang muncul itu pertanyaan-pertanyaan yang netral bukan pertanyaan-pertanyaan negatif atau bukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menggiring poter untuk kemudian lebih memberikan jawaban yang bisa saja menguntungkan bagi salah satu calon gubernur yang ada," tambah Najib. 

Najib berharap, LSI sebagai lembaga nasional bisa memberikan pembelajaran politik kepada lembaga lokal. Kata dia, sebab hal-hal penting diungkapkan kepada publik tetapi kemudian tidak disampaikan akhrinya tidak terjadi benang merah yang bagus antara masalah ekonomi, masalah etnis dan elektabilitas. 

"Padahal ini tiga bagian satu rangkaian yang sebenarnya masih ada sesi-sesi yang perlu dia jelaskan supaya konek, akhirnya ini tidak ada korelasinya. Belum tuntas masalah ekonomi kemudian masuk tiba-tiba masalah etnis kemudian muncul elektabilitas sehingga terjadi pelompatan hasil yang tidak diungkapkan oleh LSI yang kemudian harapan kita bahwa hasil survei itu poter education itu tidak terwujud," ungkapnya.

penting adalah bagaimana calon-calon yang ditampilkan nanti adalah calon-calon yang betul-betul punya program kerja yang bisa memenuhi apa mejadi kebutuhan masyarakat di Sultra.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

MK Putuskan Sebagian PHPU Kabupaten Barito Utara

Senin, 24 Februari 2025 | 11:20 WIB

Terpopuler

X