Jumat, 28 Agustus 2026

Dari Tamparan di Kelas hingga Kepsek Tergeser, Potret Buram Relasi Guru-Murid sepanjang 2025

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Selasa, 23 Desember 2025 | 08:47 WIB
Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih Sumatra Selatan Roni Ardiansyah berpamitan pada guru dan siswa di sekolahnya. Dia tak jadi dicopot dan bisa kembali bekerja. (Instagram @smpn1prabumulih)
Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih Sumatra Selatan Roni Ardiansyah berpamitan pada guru dan siswa di sekolahnya. Dia tak jadi dicopot dan bisa kembali bekerja. (Instagram @smpn1prabumulih)

Jakarta, Rakyatsultra.id - Sepanjang 2025, dunia pendidikan Indonesia tak lepas dari konflik terbuka antara guru dan murid. Persoalan disiplin, emosi sesaat, hingga relasi kuasa orang tua murid menyeret sekolah ke pusaran polemik. Berikut deretan kasus yang paling menyita perhatian publik.

Januari 2025

Guru SD Kendari, Mansur, Terjerat Kasus Pelecehan Murid

 

Kasus paling serius terjadi di awal tahun. Mansur (53), guru sekolah dasar di Kendari, Sulawesi Tenggara, divonis lima tahun penjara oleh pengadilan setelah terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya.

Peristiwa ini terbongkar setelah orang tua korban melapor ke polisi. Sidang mengungkap bahwa tindakan dilakukan berulang di lingkungan sekolah.

Kasus Mansur menjadi sorotan karena menempatkan guru, seorang figur pendidik, sebagai pelaku kejahatan terhadap anak didik.

Maret 2025

Guru Madrasah Diniyah di Demak Tampar Murid, Dipicu Sandal Terbang

Di Demak, Jawa Tengah, seorang guru madrasah diniyah bernama Syaiful (nama disamarkan di beberapa laporan) viral setelah menampar muridnya di dalam kelas.

Kejadian bermula saat murid melempar sandal ke arah guru. Emosi memuncak, tamparan pun terjadi. Video insiden itu menyebar luas dan memicu perdebatan nasional.

Kasus berakhir dengan mediasi, guru diminta meminta maaf dan membayar denda adat. Namun publik mempertanyakan absennya proses hukum.

Mei 2025

Guru Tendang Kepala Murid di Demak

Masih dari Demak, kasus lain mencuat. Seorang guru berinisial WD, yang mengajar di SMPN 1 Karangawen, Demak, terekam kamera menendang kepala murid yang duduk di bangku kelas. Insiden ini disebut dipicu pelanggaran disiplin. Namun rekaman singkat itu cukup untuk memicu kecaman luas di media sosial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB
X