REPORTER: ISMED
EDITOR: ISLAHUDDIN
KENDARI – Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendy menerapkan Full Day School atau sekolah sehari penuh untuk jenjang pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama mendapat penolakan keras sebagian besar orang tua. Bahkan, wacana itu ikut mendapat penolakan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari.
Kepala Dinas Dikbud Kota Kendari, Makmur menegaskan, Full Day School belum bisa diterapkan di Kota Kendari. Pasalnya, penyelenggaraan Full Day School membutuhkan sarana dan prasarana sekolah yang baik.
Bukan hanya itu, persoalan lain yang muncul adalah jumlah rasio tenaga pengajar pada sekolah tertentu di Kota Kendari belum terpenuhi. Pasalnya, masih ada guru mata pelajaran lain, merangkap mengajar untuk mata pelajaran lainnya. Apalagi, penerapan kurikulum baru belum dilaksanakan secara masksimal.
“Kok sekarang ada aturan baru lagi. Harusnya pemerintah fokus, jika benar-benar menerapkan aturan harus dipertimbangkan lebih dulu, disesuaikan pada kebutuhan sekolah. Sehingga tidak mengalami hambatan, dan juga tidak terkesan terburu-buru,” ungkapnya.
Menurut Makmur, penerapan Full Day School kepada peserta didik akan menurunkan karakter kepribadian siswa dalam melakukan sosialiasasi kepada teman sebaya, terlebih kepada keluarga. Sebab mereka harus berada seharian di sekolah. “Itu salah satu efek dari full day school," katanya