Hal ini disebutkan oleh Syeh Mustofa Dib al-Bugha dalam salah satu kitab Syarahnya. Menurutnya, Hadis ini bisa dimaknai bahwa jujur saat di depan seseorang dan di belakangnya adalah perilaku orang orang mukmin yang jujur. Adapun memuji di depannya dan mencaci di belakangnya adalah perilaku para pengecut yang munafik.
Orang Munafik Pangkal Malapetaka
Apabila orang-orang munafik terdapat bersama-sama kita dalam kehidupan sehari-hari, maka jelas kita akan sukar menilainya sebab sikapnya yang tidak dapat dipegang antara perkataan dan perbuatannya sama sekali berbeda. Dan inilah yang akan membuat pangkal malapetaka dan kehancuran.
Rasulullah sangat mencela laku perbuatan orang-orang munafik.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji berdusta, dan jika dipercayai mengkhianati” (HR Al-Bukhari, Kitab Iman, Bab Tanda-tanda Orang Munafik
munafik merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya. Jika tidak ditangani sesegera mungkin akan mengakibatkan penderitanya binasa. Penyakit ini adalah penyakit yang amat menjijikkan dan mengakibatkan penyimpangan yang amat buruk.