Jumat, 28 Agustus 2026

Suka Memuji Tapi Dibelakang Mencaci, Awas Kemunafikan Pangkal Malapetaka

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Jumat, 31 Maret 2023 | 11:48 WIB

Hal ini disebutkan oleh Syeh Mustofa Dib al-Bugha dalam salah satu kitab Syarahnya. Menurutnya, Hadis ini bisa dimaknai bahwa jujur saat di depan seseorang dan di belakangnya adalah perilaku orang orang mukmin yang jujur. Adapun memuji di depannya dan mencaci di belakangnya adalah perilaku para pengecut yang munafik.

Orang Munafik Pangkal Malapetaka

Apabila orang-orang munafik terdapat bersama-sama kita dalam kehidupan sehari-hari, maka jelas kita akan sukar menilainya sebab sikapnya yang tidak dapat dipegang antara perkataan dan perbuatannya sama sekali berbeda. Dan inilah yang akan membuat pangkal malapetaka dan kehancuran.

Rasulullah sangat mencela laku perbuatan orang-orang munafik.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji berdusta, dan jika dipercayai mengkhianati” (HR Al-Bukhari, Kitab Iman, Bab Tanda-tanda Orang Munafik

munafik merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya. Jika tidak ditangani sesegera mungkin akan mengakibatkan penderitanya binasa. Penyakit ini adalah penyakit yang amat menjijikkan dan mengakibatkan penyimpangan yang amat buruk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB
X