nasional

Ribuan Pelajar Keracunan MBG yang Biayanya Rp1,2 Triliun Per Hari, Dimas Budi Prasetyo Bandingkan Jika Dipakai Beasiswa

Rabu, 24 September 2025 | 09:23 WIB
Ratusan siswa keracunan MBG di Kabupaten Lebong menjalani perawatan di rumah sakit (Dok RSUD Lebong)

 Jakarta,RakyatSultra.id-   Penulis sekaligus diaspora Indonesia yang bermukim di Belanda, Dimas Budi Prasetyo, iseng menghitung biaya Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp1,2 triliun per harinya. Dia mencoba mengalokasikan ke beasiswa kampus terbaik di Indonesia.

“Saya kemarin iseng ngecek dan bikin simulasi di chatgpt, jika dana MBG yang sehari 1,2 triliun itu dialihkan untuk biayain mahasiswa kuliah gratis di salah satu kampus terbaik Indonesia, ITB. Hasilnya sungguh mencengangkan,” tulis Dimas dikutip dari akun Facebooknya, Selasa (23/9/2025).

Ia mengatakan, hitungan tersebut belum tentu valid. Namun bisa dijadikan gambaran.

“Mungkin ini tidak 100% pas dan tepat, hanya hitungan kasar dan perkiraan. Tapi, coba lihat kemudian hasilnya. Luar biasa kan?” sambungnya.

Ia mengambil contoh jika itu beasiswa untuk mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Jumlahnya bisa belasan ribu.

“Dana MBG satu hari saja, itu bisa nguliahin seluruh mahasiswa S-1 di ITB gratis selama empat tahun masa studi mereka! Tahu berapa total muridnya? Kira-kira 18.600 pelajar! Bayangin, bayangin saja dulu,” ujarnya.

“Kemudian puluhan ribu mahasiswa cemerlang itu, melanjutkan studi ke LN dan pulang-pulang membawa ilmu dan membuat negara ini dipenuhi talenta-talenta terbaik,” tambahnya.

Itu, katanya, baru satu kampus. Belum kampus top lainnya.

“Belum ditambah lagi nanti kalau UGM, UI, ITS, Unair, UB, Unpad, Undip, Unhas, UNSU, dan kampus-kampus bagus lainnya juga dibayarin,” jelasnya.

“Kampus ruko atau yang lulusan pasar pramuka skip dulu, karena lulusannya biasa jadi simpatisan, bikin ormas anu, dan bikin rusuh negara,” sambungnya.

a juga memberikan gambaran jika dialokasikan ke program lain. Misalnya untuk gaji guru.

“Belum lagi misalnya nanti, dana satu hari MBG yang 1,2 triliun itu, dialokasikan untuk menambah gaji guru-guru agar mereka makin bersemangat ngajar. Satu hari lagi lainnya, buat memperbaiki fasilitas gedung sekolah di daerah-daerah terpencil,” ucapnya.

 

Hari lain, kata dia, bisa digunakan memperbaiki infrastruktur yang berkaitan dengan pendidikan. Sehingga tak ada lagi cerita anak sekolah harus bertaruh nyawa di seberang sungai.

“Guru yang berjalan puluhan kilometer ke sekolah karena akses jalan yang rusak, dll.”

Halaman:

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB