Ia mengaku paham, hasil dari semua itu tidak akan bisa diperoleh dalam satu dua hari.
“Ah iya, saya lupa, negeri ini bukan negeri yang berpikir panjang selama beberapa tahun ke depan,” ucapnya.
Menurutnya, Indonesia sukanya yang serba instan. Tapi menurutnya, jika bisa dibayangkan, bayangkan aja dulu semua itu terjadi.
“Bisa kan? Betapa kerennya negeri kita kalau itu terjadi kan? Tapi, lagi-lagi tapi, saya sadar, kita hidup di negara yang, ya, begitulah," sesalnya.
Padahal, kata dia, anak yang keracunan program tersebut tidak sedikit. Sejumlah ahli juga sudah mengemukakan pendapatnya terkait itu.
“Sudah ribuan anak keracunan akibat MBG, sudah berulang kali para ahli memberikan pendapat soal program ini lebih banyak buruknya daripada manfaatnya, dan masih banyak lainnya,” paparnya.
Tapi masih saja, program itu masih berjalan terus. Ia berspekulasi, pemerintah tidak berniat memberi makan anak-anak.“Mereka hanya berusaha memberi makan ego-ego mereka yang lapar dan kantong-kantong mereka yang tidak pernah cukup, berapa pun isinya,” pungkasnya. (Arya/Fajar)