Meski begitu, masih ada 4.051 tenaga honorer lainnya yang belum terakomodasi. Jumlah itu meliputi 661 tenaga guru, 638 tenaga kesehatan, dan 2.752 tenaga teknis. Mereka inilah yang saat ini memperjuangkan agar bisa diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu.
DPRD Akan Gelar RDP dengan Tenaga Guru
Selain dengan tenaga kesehatan dan teknis, DPRD Konawe juga telah menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat bersama perwakilan tenaga guru. Agenda ini digelar sebagai bentuk komitmen DPRD untuk mendengar langsung aspirasi semua unsur tenaga honorer di daerah.
I Made Asmaya menegaskan, DPRD Konawe akan terus bersinergi dengan Pemda untuk mencari solusi terbaik. Menurutnya, tenaga honorer yang selama ini bekerja di garda terdepan pelayanan publik harus mendapat kepastian status dan penghidupan yang layak.
“Kami ingin perjuangan ini menghasilkan keputusan yang adil, tidak hanya bagi satu kelompok, tapi untuk semua tenaga honorer yang telah lama mengabdi untuk Konawe,” tandasnya.