Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Yvonne Lim Ai Lian Associate Deputy Vice-Chancellor (Academic & International) menyambut positif dan setuju dengan apa yang disampaikan Ibas.
Dia menyebut Asia Tenggara berada di persimpangan perubahan, menghadapi tantangan iklim, gangguan dan perkembangan teknologi, serta penataan ulang ekonomi.
"Kami berharap para pemimpin yang berpikiran maju seperti Dr. Edhie Baskoro dapat membantu kami untuk berefleksi, beradaptasi, dan berinovasi. Kami semua sangat beruntung berada di sini, hadir mendengarkan pemaparannya. Kuliah ini lebih dari sekadar pertukaran akademis, tapi penegasan kembali hubungan hangat yang kuat antara Malaysia dan Indonesia," jelas Prof. Yvonne.
Secretary General of Indonesian Students' Association (PPI) in University of Malaya Nasatha menyampaikan rasa antusias dan bangganya bisa berpartisipasi langsung di kuliah umum ini.
“Kami merasa terhormat bisa berada di sini, dan sangat menikmati, mendapat banyak ilmu baru, terutama tentang isu AI, SDGs, dan hal-hal yang harus dihadapi ASEAN di dunia yang terus berubah ini. Terima kasih Dr. Edhie Baskoro" pungkas Nastha.