Menurut Mentan, masyarakat tidak bisa melihat kondisi perdagangan komoditas pertanian hanya dengan melihat satu komoditas.
Menurutnya kinerja perdagangan ekspor impor dilihat dari neraca perdagangan antara jumlah total nilai yang diekspor dikurangi dengan jumlah total nilai import.
Data neraca perdagangan komoditas pertanian indonesia selalu menunjukan neraca positif dan menguntungkan.
Mentan Amran menjelaskan bahwa selama 5 tahun periode awal jabatannya sebagai Mentan PDB sektor pertanian secara konsisten menunjukkan tren positif.
Berdasarkan harga konstan 2010 (BPS), pada 2013, PDB sektor pertanian sebesar Rp 847,8 triliun dan terus meningkat masing-masing menjadi Rp 880,4 triliun pada 2014, dan Rp 906,8 triliun pada 2015.
Pada 2016 dan 2017, PDB sektor pertanian kembali meningkat menjadi Rp 936,4 triliun dan Rp 969,8 triliun.
Hal yang sama juga terjadi pada 2018. PDB sektor pertanian meningkat menjadi Rp1.005,4 triliun.
Bahkan di tengah pandemi covid 19 dan ancaman krisis pangan dunia, kontribusi PDB sektor pertanian sempit terhadap PDB Indonesia tahun 2019 sebesar 9,40%, kemudian menjadi 10,20% tahun 2020 dan pada tahun 2021 menjadi 9,85%.
“besaran PDB pertanian atas dasar harga berlaku adalah Rp 718,4 triliun dari besaran PDB nasional atas dasar harga berlaku pada kuartal III-2023 sebesar Rp 5.296 triliun. Ingat kita baru melewati masa pandemi covid 19 dan ancaman el nino yang kuat. pertanian mampu tumbuh dan berkontribusi baik,” lanjutnya.
Salah satu faktor yang mendongkrak peningkatan PDB pertanian Indonesia adalah meningkatnya ekspor. Pada kurun waktu yang sama, peningkatan ekspor diperkirakan mencapai 9-10 juta ton.
Jika pada 2013 ekspor hanya mencapai 33 juta ton, maka 2018 ekspor pertanian mencapai 42 juta ton.
Dari sisi nilai, ekspor juga meningkat pesat. Nilai ekspor 2018 mencapai Rp 499,3 triliun, atau meningkat 29,7% dibandingkan 2015.
"Ada peningkatan nilai ekspor sebesar Rp1.764 triliun pada kurun waktu 2015-2018," terang Mentan Amran.
Berdasarkan catatan BPS, Mentan memaparkan neraca perdagangan hasil pertanian Indonesia pada kurun waktu 2014 – 2013 memiliki neraca positif dengan nilai Rp. 11,681 trilliun.
Food Estate dan Swasembada