Jumat, 28 Agustus 2026

Erin Bisa Makan Lezat Tiap Hari dan Rajin Menabung, Kisah Makan Bergizi Gratis di MAN Sidoarjo

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Senin, 15 Desember 2025 | 09:49 WIB
Siswa MAN Sidoarjo antusias menyambut ompreng MBG. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
Siswa MAN Sidoarjo antusias menyambut ompreng MBG. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

Sidoarjo, Rakyatsultra.id — Program Makan Bergizi Gratis di MAN Sidoarjo menghadirkan kisah sederhana yang berdampak nyata bagi kehidupan siswa. Erin, siswi kelas XI 1, kini bisa makan lezat tiap hari sekaligus lebih rajin menabung sejak program tersebut berjalan di sekolahnya.

Sejak Makan Bergizi Gratis hadir, rutinitas harian Erin berubah signifikan. Ia mengaku sering tidak sempat sarapan sebelum berangkat sekolah.

“Kalau misal sarapan, kan belum sempat sarapan, jadi di mana ini ada waktu buat kita makan siang,” ujar Erin kepada JawaPos.com, Kamis (11/12/2025). Ia menilai waktu makan siang yang diberikan sekolah sangat membantu aktivitas siswa.

 

Menurut Erin, sekolah menyediakan waktu makan yang cukup efektif. Waktu makan siang selama satu jam membuat siswa bisa makan dengan tenang tanpa tergesa.

“Itu cukup membantu siswa-siswinya, karena dari kita jadi bisa sempat makan, dikasih waktu efektif satu jam,” katanya. Kondisi tersebut membuat siswa lebih siap mengikuti pelajaran selanjutnya.

 

Program Makan Bergizi Gratis sendiri telah memasuki tahun pertama pelaksanaan. Sepanjang satu tahun berjalan, hampir 50 juta penerima manfaat dari berbagai kelompok usia telah merasakan dampaknya.

Dampak itu juga terasa di MAN Sidoarjo, Buduran, Jawa Timur. Para guru menilai siswa terlihat lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar sejak program tersebut berjalan.

Pada Kamis, 11 Desember 2025, suasana halaman MAN Sidoarjo tampak lebih ramai dari biasanya. Sejak pukul 10.00 WIB, ratusan siswa berseragam olahraga dan batik mengantre rapi menunggu pembagian ompreng makan.

Makanan bergizi itu disalurkan menggunakan mobil box dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Proses distribusi berlangsung tertib dan menjadi rutinitas baru di lingkungan sekolah.

Bagi Erin, porsi makanan yang diberikan juga sesuai kebutuhan siswa. Ia menilai kandungan gizi dan jumlahnya cukup untuk menunjang aktivitas belajar.

“Karena ini kayak zat gizinya anak-anak ya, jadi untuk porsinya itu juga cukup dari kitanya,” ucap Erin. Ia menyebut porsi makanan sudah sesuai untuk siswa seusianya.

Program ini juga melibatkan siswa dalam proses pembagian makanan di kelas. Setiap kelas memiliki sistem piket harian untuk mengambil dan mengembalikan ompreng.

“Pernah ditugaskan membagikan MBG di kelas,” kata Erin. Ia menjelaskan sistem piket sudah diatur secara bergiliran.

Dalam satu hari, empat hingga lima siswa mendapat giliran piket. Tugas mereka mencakup pengambilan dan pengembalian ompreng makanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X