Jumat, 28 Agustus 2026

Walhi Sebut Bencana Banjir dan Longsor Sumatera Diperparah Kerusakan Lingkungan Sejak Era Soeharto

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 4 Desember 2025 | 11:16 WIB
Warga Takengon berdiri di antara kayu-kayu yang terbawa banjir dan longsor. (Jurnalisa untuk JawaPos.com)
Warga Takengon berdiri di antara kayu-kayu yang terbawa banjir dan longsor. (Jurnalisa untuk JawaPos.com)

Melihat kondisi bencana yang kian memprihatinkan, Nur mendorong pemerintah untuk menetapkan status bencana nasional agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan menyeluruh.

Ia pun menekankan, pemerintah dapat membuka peluang menerima bantuan internasional jika kapasitas nasional tidak mencukupi.

“Korban banjir harus dibantu, baik dari aspek kemanusiaan, ekonomi rakyat, maupun dampak iklim. Pemerintah kabupaten atau provinsi tidak akan sanggup menanganinya sendiri,” tegasnya.

 

Terkini, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (4/12) pagi, bencana di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar mengakibatkan 780 jiwa meninggal dunia. Sementara, sebanyak 564 orang dilaporkan masih hilang.

Suka artikelnya? Yuk traktir kopi
Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X