“Forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, UMKM, dan pemerintah daerah untuk menjamin keberlanjutan pasokan pangan bergizi untuk Program MBG,” kata Dian.
Asisten Daerah Provinsi Banten, Komarudin, mengungkapkan bahwa manfaat program MBG sudah terasa, terutama bagi keluarga miskin karena mampu menurunkan beban belanja rumah tangga.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi dari pembangunan dapur MBG. “Dapur MBG baru sekitar separuh yang dibangun. Jika target 1.300 dapur terpenuhi, akan terjadi perputaran ekonomi Rp 12 triliun. Padahal APBD Banten hanya Rp 11 triliun,” ungkapnya.
Untuk memperkuat implementasi MBG, Pemerintah Provinsi Banten telah membentuk Satgas MBG tingkat provinsi dan kabupaten, serta sedang menyiapkan kantor khusus Satgas MBG di pendopo Gubernur Banten.