“Kalau di 2021, kontribusi dividen BUMN kepada negara mencapai Rp 30 triliun. Di 2022 ini seharusnya bisa lebih dari 40 triliun,” harapnya.
Dia mengatakan BUMN harus didorong untuk menjadi agent of development, bukan lagi bergantung pada PMN. Mindset ini penting agar BUMN dapat berkontribusi pada pembangunan dan perekonomian nasional, serta penerimaan negara.
"Saya juga mewanti-wanti jangan sampai PMN 2023 nanti penggunaannya disalahgunakan. Ini memasuki tahun politik, godaan untuk penyelewengan anggaran potensinya sangat besar sehingga jangan sampai PMN dipakai untuk dana pemilu atau bahkan pencapresan,” kata Kamrussamad. (JPNN/RS)