BUTAUGA, rakyatsultra.id - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan melepas 50 kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXIX tingkat Provinsi Sultra, Minggu (7/8) sekitar pukul 20.00 WITA. Para qori dan qoriah Bumi Gajah Mada itu dilepas oleh Penjabat Bupati Buton Selatan, Laode Budiman yang diwakili Asisten I Bidang Administrasi Umum dan Pemerintahan Setda Kabupaten Buton Selatan, Zainal yang ditandai dengan penyerahan bendera kafilah kepada Ketua Kafilah Buton Selatan Yuniar Budiman di Aula Gedung Wisata Batauga.
Saat membacakan sambutan Penjabat Bupati Buton Selatan, Laode Budiman yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum dan Pemerintahan Setda Kabupaten Buton Selatan, Zainal menuturkan kegiatan MTQ merupakan sarana untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan serta peningkatan pemahaman dalam menghayati dan mengamalkan isi kandungan Al-Quran. Terlebih, saat ini generasi bangsa telah terjebak dalam krisis jati diri, ideologi, karakter bahkan kepercayaan.
"Pada dasarnya MTQ bukan hanya sebagai ajang untuk mencari pemenang dalam sebuah perlombaan. Melainkan bagaimana generasi-generasi kita khususnya Buton Selatan dapat menumbuh kembangkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya
Kata dia, lunturnya nilai-nilai kearifan lokal baik tata krama, semangat gotong royong serta hidup bertoleransi saat ini nyaris punah. Hal tersebut didasari oleh semakin tingginya pola hidup serba instant, merosostnya nasionalisme dan patriotisme serta berkembangnya sekulerisme, sikap individu dan kepentingan kelompok.
"Pembangunan moralitas harus dilaksanakan dengan cara melaksanakan ajaran-ajaran Islam dengan baik dan dimulai sejak dini. Menciptakan generasi Islam yang berbudi luhur dengan melaksanakan ajaran wahyu Illahi dan Sunnah Nabi, dan membaca Al- Qur'an sebagai tolak ukur generasi Islam yang Qur'ani," tambahnya
Dia menambahkan, MTQ yang diselenggarakan setiap tahun ini merupakan implementasi dari perwujudan visi Kabupaten Buton Selatan BERADAT yakni mewujudkan masyarakat Berdikari, Religius, Aman, Cerdas dan Transparan. Terutama penguatan elemen dasar yakni pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, utamanya dalam penguasaan ilmu yang berada dalam kandungan Al- Qur an yang menjadi tuntutan bagi kehidupan umat Islam.
"Keberadaan Al-Qur'an di tengah-tengah kehidupan umat islam bukan semata-mata hanya untuk dibaca, akan tetapi dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari." jelasnya