Jumat, 28 Agustus 2026

Hutan Warangga Mulai Dikapling, Pemkab Muna Siapkan Tim Pengamanan Terpadu

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Rabu, 28 Juli 2021 | 22:57 WIB
    Hutan Lindung Warangga mulai dikapling sejumlah warga. Foto: Isra/Rakyat Sultra.   RAHA-Kelestarian Kawasan Hutan Lindung (HL) Warangga kembali terancam oleh aktifitas warga yang ramai-ramai datang mengkapling dan membersihkan areal hutan penyangga mata air Jompi tersebut. Pantauan jurnalis Rakyat Sultra, aktifitas tersebut sudah berlangsung beberapa hari dalam sepekan terakhir. Pemkab Muna bersama aparat kemanan TNI/Polri serta KUPTD Dinas Kehutanan langsung bertindak cepat untuk melakukan upaya pencegahan dengan membentuk tim terpadu untuk penyelamatan dan mengamankan kawasan Warangga. Konkritnya, Rabu (28/7/2021) Bupati Muna, LM Rusman Emba meneken kesepakatan bersama untuk pengamanan HL Warangga yang dilangsungkan di Warangga. Tim pengamanan terpadu tersebut terdiri atas TNI/Polri, Polhut dan Sat Pol PP, melakukan penjagaan di Warangga sekaligus menyosialisasikan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian vegetasi di HL Warangga. "Mulai sekarang, pengamanan Warangga diperketat. Jangan ada lagi masyarakat yang masuk mengkapling lahan," tegas Rusman usai meneken kesepakatan bersama pengamanan Warangga. Rusman menyampaikan, kelestarian hutan lindung Warangga menjadi tanggung jawab bersama. Ia melanjutkan, Pemkab Muna telah memiliki desain besar untuk pengelolaan Warangga. Kedepannya, Warangga akan menjadi salah satu ikon Kota Raha sebagai pusat perkemahan, wisata, edukasi dan beberapa bagian median jalan akan menjadi spot rest area. Gayung bersambut, Kasat Pol PP Muna, Bahtiar Baratu menegaskan, pihaknya telah menerima perintah Bupati Muna untuk menyiapkan personil pengamanan Warangga 1 x 24 jam. Bahtiar menyebutkan, satu peleton personil Sat Pol PP disiagakan untuk pengamanan Warangga . "Kami akan berkoordinasi dengan Polhut dan TNI/Polri untuk bersama-sama melakukan pengawasan, baik melalui kegiatan patroli maupun penempatan personil di pos jaga," tandasnya Sementra itu KUPTD Dishut Wilayah VI Muna, LM Nur Ramadhan Abidin menyebutkan, saat ini luas kawasan hutan lindung warangga tersisa 1.000 hektar saja. Ia menyampaikan, menjaga kelestrian kawasan warangga sangat penting. Ia mengatakan, alih fungsi kawasan bisa menimbulkan bencana sosial akibat penyerobotan masyarakat bahkan bencana erosi, dan banjir dan keringnya mata air jompi sebagai sumber air PDAM. (sra/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB
X