Andi Merya.
TIRAWUTA - Sama dengan tahun 2020 lalu, umat muslim masih harus bersabar dalam melaksanakan serangkaian ibadah di bulan suci Ramadan, sebab pandemi Covid-19 hingga saat ini terus melanda. Aktivitas masyarakat pun sangat terbatas.
Protokol kesehatan yakni cuci tangan, jaga jarak, memakai masker, dan menghindari keramaian harus selalu dikedepankan. Dilain sisi, kewajiban menjalankan ibadah puasa dan rutinitas melaksanakan salat tarawih secara berjemaah juga tetap dilaksanakan.
Plt. Bupati Kolaka Timur (Koltim), Andi Merya yang diwawancarai Selasa (13/4) via aplikasi whatsapp, mengajak kepada masyarakat agar tetap semangat menjalankan ibadah di bulan ramadan, meskipun pandemi Covid-19 terus menyerang.
"Akibat pandemi, masyarakat tidak leluasa dan harus ekstra hati-hati. Mau salat tarawih berjemaah pun banyak yang khawatir karena ada serangan virus. Tapi dengan tekad iman yang kuat, semoga ini bisa dilalui dengan baik," ucap Andi Merya.
Dampak pandemi ini kata Andi Merya, tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Aspek kehidupan tiap orang secara psikologis, sosial, bahkan spiritual ikut diuji. Hal ini berhubungan dengan makna puasa yang merupakan ibadah untuk menahan diri. Banyak anjuran dalam pencegahan Covid-19 tercermin dalam ibadah puasa.
Mantan wakil bupati itu pun sadar, pandemi ini mempengaruhi negara secara keseluruhan dari sisi ekonomi, termasuk di Koltim. Masyarakat berusaha mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup, dilain sisi pergerakan dibatasi demi menekan penyebaran Covid-19.
"Saat ini kita semua diuji. Kita diminta untuk menahan diri dari keluar rumah kecuali untuk urusan kebutuhan pokok. Kita perlu menahan diri untuk mengurangi konsumsi di luar hal-hal yang diperlukan, karena kita tidak tahu sampai kapan pandemi akan berakhir," katanya.
Ditengah masalah yang ada saat ini, Plt. bupati mengajak kepada masyarakat, khususnya di Koltim agar terus meningkatkan ibadah di bulan suci ini, seperti membaca Alquran, memperbanyak salat dan ibadah sunnah lainnya, utamanya di rumah masing-masing.
"Kesehatan fisik dan mental juga harus dijaga. Semuanya harus senantiasa dilaksanakan selaras, sehingga berjalan baik. Nikmat puasa dan ganjaran pahala dapat diraih, namun penyebaran Covid-19 juga dapat senantiasa ditekan," tutup orang nomor satu di Koltim itu. (p1/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:46 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:44 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:37 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:31 WIB
Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:37 WIB
Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:44 WIB
Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:03 WIB
Senin, 24 Agustus 2026 | 19:34 WIB
Senin, 24 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:26 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:22 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:18 WIB
Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:13 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:54 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:48 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:38 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:43 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:36 WIB