RUMBIA - Demi menciptakan keamanan saat pemungutan suara di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) tim Intelejen Polres Bombana terus melakukan monitoring setiap wilayah. Hasilnya jadi tolak ukur pemertaan wilayah rawan satu atau rawan dua.
Kapolres Bombana, AKBP Andi Adnan Syafruddin mengaku sampai saat ini anggotanya khusus intelejen terus memantau situasi lapangan.
"Untuk hari ini Bombana masih kategori aman, tapi kami terus pantau, karena konstalasi politik itu selalu berubah-ubah. Apalagi pesan dari Mabes Polri dalam pilkada tahun ini tidak ada kategori kondusif, semua masuk kategori rawan satu dan dua," kata Andi Adnan Syafruddin.
Untuk sementara, lanjut dia, kekuatan yang dikerahkan untuk pengamanan Pilgub saat kampanye nanti 200 personil Polres Bombana, dan nantinya akan ada tambahan baik itu Brimob maupun Dalmas Polda Sultra.
"Saya hanya bisa berpesan kepada masyarakat Bombana agar selalu menjaga kondusifitas wilayah Bombana, jangan mudah terpicu dengan isu-isu yang tidak benar. Jangan kita terpecah belah hanya persoalan politik, mari kita bergandeng tangan dan berkomitmen untuk menjaga daerah yang kita cintai ini," pesan Kapolres Bombana. (r4/b/efn)