TIRAWUTA - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten Kolaka Timur (Koltim) membuka kelas kepemiluan kepada ratusan siswa siswi tingkat SMA dan SMK di 23 sekolah. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa sebagai pemilih pemula agar bisa berkontribusi menyalurkan hak suaranya pada pesta demokrasi pemilu mendatang.
Anggota komisioner Bawaslu Koltim bidang koordinator hukum dan penindakan pelanggaran, La Golonga mengungkapkan untuk memaksimalkan pengawasan pemutahkiran data pemilu meminimalisir resiko golput pada pemilih pemula jelang pemilihan gubernur dan legislatif mendatang pihaknya pun masuk ke sekolah-sekolah tingkat SMA dan SMK untuk mengkader siswa siswa agar paham tentang dasar kepemiluan.
"Kita masuki semua SMA dan SMK kalau di Koltim sekitar 23 sekolah. Kami bekerjasama dengan pihak sekolah untuk mengajar dan memberikan pemahaman kepemiluan kepada siswa siswi," terang La Golonga, saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Senin (22/1).
La Golonga menjelaskan cara kerja para siswa siswi yang diberi nama 'sahabat Bawaslu' ini dengan turun kelapangan mengajak teman sekolah seusia mereka untuk menyalurkan hak suaranya pada pemilu mendatang. "Cara kerja mereka turun dilapangan di desa mereka masing masing memantau kerja PPDP. Koordinasinya melalui group WA," ucapnya.
Setelah mendapat info disetiap rumah warga yang belum terakomodir dalam DPT, maka akan dilaporkan kepada pihak Panwas dan untuk dilakukan pendataan. "Selain mengajak mereka juga mengawasi dan melaporkan kinerja panitia pemutahkiran data pemilih disetiap desa," katanya.
Menurutnya, di kelas ini akan mereka dibekali pemahaman soal kepemiluan karena sebagai tugas tambahan dimata pelajaran kewarganegaraan. "Mereka tidak pake uang, karena kerjasama dengan sekolah sebagai tugas ekstrakulikuler siswa soal kewarganegaraan," ucapnya.
Nantinya kata La Golonga para sahabat Bawaslu ini jumlah mereka disesuaikan dengan jumlah desa di 133 desa yang tersebar di Koltim. "Minimal 5 orang maksimal 10 perdesa. Tergantung berapa siswa yang berasal dari Desa itu," katanya.
Selain itu, dirinya juga menuturkan kegiatan ini bertujuan memberikan pembelajaran untuk memahami pentingnya berdemokrasi serta menanamkan asas manfaat minimal memberi informasi bagi temannya.
Bahkan kata La Golonga mereka juga bisa melapor kalau ada temuan pelanggaran. Namun laporannya tidak langsung diproses tapi di pelajari terlebih dahulu. Dirinya juga menambahkan kelas kepemiluan ini baru di gelar di Koltim dan perdana juga di Sultra.(cr2/b/efn)