LASUSUA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), mengimbau segenap masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana banjir dan angin puting beliung.
Imbauan ini disampaikan Kepala BPBD Kolut, Hardi, menyusul tingginya Intensitas hujan disertai cuaca ekstrem yang melanda Kolut belakangan ini. Hardi menegaskan, meski pihaknya telah melakukan pemetaan titik-titik zona rawan bencana, namun secara keseluruhan wilayah Kolut masuk dalam zona rawan bencana.
"Dalam cuaca extrim seperti saat ini bencana alam khususnya banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung memang sangat patut kita waspadai, apalagi saat ini bersamaan dengan datangnya angin barat dan tingginya air laut pasang," terang Hardi, Rabu (17/1).
Khusus bagi warga yang bermukim di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS), muara sungai dan bibir pantai, Hardi mengingatkan agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap datangnya cuaca extrim yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
"Tadi malam (Selasa malam, red) aliran air Sungai Lasusua tiba-tiba naik, padahal saat itu intesitas hujan tidak begitu tinggi, akibatnya tiga perahu nelayan setempat dilaporkan hanyut terbawa arus sungai," ungkap Hardi
Hardi menambahkan, sungai yang menjadi langganan banjir yakni Sungai Ranteangin, Sungai Lasusua, Sungai Lapai dan Sungai Pakue, adapun wilayah yang kerap dilanda bencana angin puting beliung yakni Desa Ujung Tobaku Kecamatan Katoi serta beberapa desa di Kecamatan Pakue.
"Kita berharap tahun ini tidak ada lagi bencana yang menimpa, kami BPBD dan instansi terkait lainnya selalu mengimbau masyarakat, agar selalu waspada terhadap musibah yang dapat terjadi kapan saja," tandasnya (*/a)