TIRAWUTA - Swisscontat perusahaan asal negara Swiss mulai melirik potensi pengembangan kakao kabupaten Kolaka Timur (Koltim), yang merupakan penyumbang kakao nasional dengan melakukan sosialisasi program cocoa life bagi masyarakat petani yang berdaya dan inklusif dengan penghidupan berkelanjutan.
Bupati Koltim, Tony Herbiansyah mengungkapkan Kolaka Timur merupakan salah satu kabupaten penyumbang produksi kakao nasional. Sejalan dengan itu, visi dan misi tersebut mesti ditingkatkan agar lebih unggul dan berdaya saing, khususnya dibidang pertanian dan perkebunan.
"Swisscontact yang merupakan leadimplementator program cocoa life mondeles dan Wahana Visi Indonesia (WVI), akan melaksanakan program coca life di Koltim hingga 2018," terang Tony, Selasa (23/8).
Berdasarkan data dari dinas perkebunan Sultra, Koltim urutan kedua setelah Kolut sebagai produsen biji Kakao di Sultra, dengan produksi kurang lebih 31.813 ton pada 2015 atau sekitar tujuh persen dari total produksi nasional, dengan luas areal kurang lebih 69.573 hekatare yang melibatkan 28.445 KK petani.
"Pertemuan ini, sangat erat kaitannya dengan visi dan misi tersebut untuk menjadikan Koltim sebagai daerah agrobisnis yang handal dan berdaya saing. Yang memberi arti bahwa kejayaan perkebunan khususnya produksi dan industri pengolahan kakao nasional dalam mewujudkan Koltim yang sejahtera dan mandiri," katanya.
Selain itu, program cocok live juga bertujuan meningkatkan sumber daya manusia guna mewujudkan sistem pengembangan kakao yang efektif, efisien dan berwawasan lingkungan.
"Program ini mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mendorong terwujudnya kemitraan usaha yang sehat, jujur antara produsen, investor dan konsumen sehingga tercipta rantai tata niaga yang saling menguntungkan," imbuhnya.
Langkah ini juga untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana pembangunan kakao nasional yang berkelanjutan di Koltim.(cr2/b/hum)