12. Khoirul Muttaqin, laki-laki, 18 tahun, warga Jalan KH. Hasyim Asy’ari Gang Dua RT 1/ RW 8, Banjar Melati, Mojoroto, Kota Kediri. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.
13. Farhan, laki-laki, 17 tahun, warga Jalan Putat Gede Selatan 15/69 RT 6 RW 3, Putat Gede, Sukomanunggal, Surabaya. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.
14. Syafiuddin, laki-laki, 15 tahun, warga Dusun Burneh Olog, Pajeruan, Geger, Bangkalan. Teridentifikasi melalui medis dan properti pribadi.
15. Achmad Ghiffary Nur, laki-laki, 17 tahun, warga Jalan A. Yani Suprapto 6E/15 RT 3/ RW 3, Sidokumpul, Gresik. Teridentifikasi melalui sidik jari dan medis.
16. Muhammad Ubay Dillah, laki-laki, 15 tahun, warga Jalan Swadaya Gang Tunas Harapan RT 97/ RW 8, Pal 9, Sungai Kakap. Teridentifikasi melalui medis dan properti pribadi.
17. Achmad Albi Fahri, laki-laki, 13 tahun, alamat Hang Tuah 7/20 RT 7/ RW 9, Semampir, Surabaya. Teridentifikasi melalui gigi dan medis.
"Sampai dengan hari ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 34 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima. Proses operasi DVI masih terus berjalan dengan pendalaman data ante morterm dan post mortem," tukas Kombes Pol Khusnan.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.
Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 34 berhasil teridentifikasi.