Jumat, 28 Agustus 2026

Dirut RSU Muna Ancam Polisikan Dokter "Nakal"

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Sabtu, 16 April 2016 | 13:53 WIB
Bupati Muna, Drs Moh Zayat Kaimoeddin saat meninjau RSU Muna.
Bupati Muna, Drs Moh Zayat Kaimoeddin saat meninjau RSU Muna.

 

 

RAHA - Meski sudah berumur lebih dari stengah abad, namun pelayanan di Rumah Sakit Umum (RSU) Muna belum juga sesuai harapan masyarakat. Ada-ada saja kelakuan oknum petugas di RSU Muna yang membuat kesal pasien, bahkan menyusahkan pasien dan keluarganya. Misalnya, dalam hal pelayanan. Pasien BPJS Kesehatan, yang seharusnya bebas biaya, namun sejumlah dokter "nakal" di RSU Muna memberi resep untum membeli obat di apotek luar RSU.

Menyikapi persoalan tersebut, Direktur RSU Muna, dr Tutut Purwanto berjanji akan melakukan tindakan tegas terhadap oknum dokter yang terbukti melakukan tindakan di luar aturan yang berlaku, seperti meminta biaya tindakan kepada pasien BPJS Kesehatan atau memberi resep obat di luar apotek RSU Muna.

Tak segan-segan, dr Tutut mengancam akan melaporkan oknum dokter tersebut ke kepolisian, jika masih memberi resep obat luar kepada pasien BPJS Kesehatan di RSU Muna. "Saya akan laporkan ke polisi jika ada oknum dokter RSU Muna yang menolak melayani pasein atau menelantarkan pasien. Karena pasien tersebut menolak kemauan dokter untuk membeli obat di luar apotek RSU Muna," tegas dr Tutut.

Ia mengimbau pasien RSU Muna, agar menolak menerima resep dari dokter yang mengharuskan ditebus di luar apotek RSU Muna. "Yang buat resep obat adalah apoteker di apotik RSU Muna. Itu klaimnya bisa dibayarkan oleh BPJS Kesehatan. Tapi kalau dokter yang buat resep untuk beli obat di luar rumah sakit, itu tidak bisa diklaim di BPJS," jelasnya.

Tutut bilang, RSU Muna tak pernah kehabisan stok obat. "Semua obat kita sediakan sesuai dengan formularium nasional dari Kementrian Kesehatan RI. Kalau obatnya habis, tinggal ambil di Gudang Farmasi Raha," tukasnya.

Tutut mengatakan, rumah sakit harus mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, bukan sebagai ajang bisnis. "Pasien jangan mau ditakut-takuti oleh dokter, agar membeli obat di luar rumah sakit supaya cepat sembuh. Misalnya pasien operasi, pakai obat yang ada di apotek rumah sakit sama mutunya dengan obat luar yang harganya mahal," jelasnya. (rs)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB
X