KENDARI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyelenggarakan Sosialisasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 (SE2016) kepada pelaku di sektor Jasa Keuangan. Sebelum itu, OJK melakukan sosialisasi kepada seluruh Kepala Kantor Regional dan Kantor OJK di daerah.
SE2016 merupakan amanat Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik. SE dilakukan dalam setiap satu dekade. SE2016 ini merupakan pelaksanaan yang keempat.
Hasil SE2016 sangat penting dan bermanfaat. Bukan hanya untuk pemerintah tetapi bagi para pelaku usaha. Bagi pemerintah, hasil SE2016 akan digunakan sebagai dasar perencanaan ekonomi dan pengambilan kebijakan terkait dengan potensi ekonomi, peta penyebaran tiap sektor usaha, penyerapan tenaga kerja dan penghitungan nilai tambah yang lebih akurat. Sedangkan bagi dunia usaha, SE2016 dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pengembangan usaha, penentuan pangsa pasar, potensi pasar serta jumlah usaha sejenis.
"Pelaksanaan SE2016 akan mendukung implementasi Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJI) yang telah diluncurkan awal 2016 pada acara Financial Executive Gathering (FEG) yang diselenggarakan OJK, khususnya aspek kontributif. Masih rendahnya rasio aset bank, aset industri asuransi, nilai kapitalisasi pasar saham di bursa maupun nilai outstanding obligasi negara dan obligasi korporasi terhadap PDB, jika dibandingkan negara-negara tetangga di ASEAN menunjukkan besarnya potensi industri jasa keuangan untuk terus bertumbuh dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional," ujar Kepala Departemen Pengembangan Kebijakan Strategis OJK, Imansyah, melalui rilis, Minggu (10/4).
Imansayah bilang, dengan adanya data dan informasi yang lebih lengkap dan akurat mengenai kondisi ekonomi Indonesia diharapkan dapat disusun kebijakan yang bersifat counter-cyclical yang dapat meningkatkan kontribusi sektor Jasa Keuangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sejalan dengan hal itu, Kepala Departemen Statistik BI, Hendy Sulistiowati menyampaikan pentingnya pelaksanaan SE2016 untuk melengkapi hasil berbagai survei yang telah dilakukan oleh BI. Kebijakan moneter, sistem pembayaran dan makroprudensial akan efektif apabila didasari oleh data yang akurat dan komprehensif. Oleh sebab itu diharapkan response rate SE2016 khususnya dari Sektor Jasa Keuangan cukup tinggi. (rs)