Jumat, 28 Agustus 2026

Kehilangan Kepercayaan Publik, Bos Pertamina Akui Ramai Konsumen Beralih Gunakan BBM Shell dan BP

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Selasa, 23 September 2025 | 12:03 WIB
Ilustrasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Shell (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Shell (Foto: Shutterstock)

"PT Pertamina diwajibkan mencari pasokan minyak dari kontraktor dalam negeri sebelum mempertimbangkan impor. Namun, para tersangka justru melakukan manipulasi kebijakan yang menyebabkan penurunan produksi kilang, sehingga minyak bumi dalam negeri tidak dapat diserap secara maksimal," jelasnya.

Kerja Keras Pulihkan Kepercayaan Publik

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyadari banyak konsumen beralih dari Pertamina ke SPBU swasta membeli produk BBM lain. Dia juga mengaku tidak bisa melarang konsumen untuk melakukan pembelian BBM dari pilihan produk dan merek yang tersedia.

"Sebagian masyarakat ada juga yang beralih ke SPBU swasta. Itu adalah pilihan masyarakat dan kami tentunya tidak melarang," katanya.

 

Pertamina hanya dapat bekerja keras mengupayakan untuk mengembalikan kepercayaan publik

"Saya atas nama Pertamina akan kerja keras juga untuk supaya menghasilkan produk berkualitas dan tentu bisa mendapat dukungan masyarakat," tandasnya.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), data tren pangsa pasar BBM non-subsidi di SPBU swasta yang justru terus mengalami peningkatan, yakni naik 11% pada 2024 dan mencapai sekitar 15% hingga bulan Juli 2025. Kenaikan tersebut menunjukkan impor tetap berjalan seiring bertambahnya permintaan dan outlet SPBU swasta.

Di samping itu, Pertamina Patra Niaga masih memiliki sisa kuota impor sebesar 34% atau sekitar 7,52 juta kiloliter, yang cukup untuk memenuhi tambahan alokasi bagi SPBU swasta hingga Desember 2025 sebesar 571.748 kiloliter.

Impor BBM Satu Pintu

Sementara itu, pemerintah memberlakukan kebijakan impor satu pintu melalui Pertamina bagi SPBU swasta yang ingin menambah kuota impor BBM. Saat ini, beberapa SPBU swasta terpaksa merumahkan karyawan karena kehabisan stok BBM yang diimpor sendiri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia menegaskan operator SPBU swasta seperti Shell, Vivo, dan BP tidak lagi mendapatkan jatah impor BBM hingga 30 Desember 2026.

 

Bahlil menegaskan, jika SPBU swasta mau memenuhi permintaan BBM, maka bisa melakukan pembelian BBM lewat PT Pertamina (Persero). Dia menilai Pertamina saat ini masih memiliki stok cadangan minyak yang cukup.

Menurutnya, SPBU swasta sudah diberikan kuota impor BBM yang cukup, yakni 110 persen dibanding tahun 2024. Namun, kuota tersebut sudah habis sebelum akhir Desember. Cepatnya kuota BBM SPBU swasta habis, salah satunya karena banyaknya konsumen beralih dari BBM Pertamina ke BBM dari SPBU swasta. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X