Jumat, 28 Agustus 2026

Meninggal Babak Belur, DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Rhesa Sendy Mahasiswa di Yogyakarta

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Selasa, 2 September 2025 | 07:46 WIB
Rhesa Sandy mahasiswa di Yogyakarta yang meninggal tidak diketahui penyebabnya dengan kondisi mengenaskan.
Rhesa Sandy mahasiswa di Yogyakarta yang meninggal tidak diketahui penyebabnya dengan kondisi mengenaskan.

Jakarta - Tewasnya Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Amikom Yogyakarta dalam aksi unjuk rasa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa hari lalu membuat aparat kepolisian didesak untuk mengusut tuntas kasus ini. 

"Pelaku penganiayaan terhadap Rheza harus dimintai pertanggungjawabannya di hadapan hukum. Jangan ada lagi korban tewas berjatuhan, ini berlaku untuk kedua belah pihak. Aparat kepolisian harus mematuhi SOP pengendalian massa dalam unjuk rasa," tegas Anggota Komisi X DPR Bonnie Triyana kepada wartawan di Jakarta, Senin, 1 September 2025.

Lebih lanjut, Legislator PDIP tersebut menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menjaga perdamaian. 

"Mari kita jaga perdamaian di negeri kita dengan mendengar apa yang rakyat dan mahasiswa suarakan. Kepada aparat penegak hukum, mari pula kita pastikan hukum ditegakkan secara adil," ungkapnya.

"Salus populi suprema lex esto. Keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi. Semua harus bisa menahan diri demi persatuan dan kesatuan bangsa,” demikian Bonnie Triyana.

Rheza Sendy Pratama (21), mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom meninggal saat ikut demonstrasi di Mapolda DIY. Rheza yang merupakan mahasiswa angkatan 2023 tersebut diketahui meninggal pada Minggu, 31 Agustus 2025 pagi dengan tubuh penuh luka.

Ayah almarhum Rheza, Yoyon Surono, mengatakan putranya pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025, almarhum pamit keluar rumah untuk ngopi bersama temannya. Tapi pagi harinya, Yoyon mendapat kabar dari tetangga sembari menunjukkan KTP Rheza bahwa anaknya dirawat di RSUP Dr Sardjito karena terkena gas air mata. 

Tapi saat tiba di RS Sardjito, Yoyon menemukan anaknya sudah terbujur. Berdasarkan info yang diperolehnya, Rheza diantarkan ke rumah sakit oleh petugas unit kesehatan Polda DIY.

Bahkan kesaksian ayah korban, pihaknya dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan untuk tidak menggugat pihak Polda DIY. Selain itu ada surat pernyataan yang juga terpaksa ditandatangani dari pihak kepolisian agar ayah korban tidak melakukan otopsi. 

Sementara itu melalui akun Instagram Resmi Forum BEM DIY (@forumbemsediy) yang turut dibagikan ulang oleh akun resmi BEM Universitas Amikom Yogyakarta, disampaikan kronologi tewasnya Rheza Sendy Pratama.

Pihak BEM DIY menjelaskan Rheza ikut dalam aksi demonstrasi bergema di Yogyakarta. Ketika situasi mulai kacau, motor yang ditunggangi Rheza tiba-tiba mati ketika hendak berbalik arah.

Nahas pada saat yang sama aparat menembakan gas air mata hingga membuat Rheza terjatuh. Kemudian seorang rekan yang dibonceng berhasil lari menyelamatkan diri. 

Terlihat dalam video yang beredar, Reza di serat oleh aparat kepolisian dalam kondisi lemas tak berdaya. 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB

Terpopuler

X