Jumat, 28 Agustus 2026

Ribuan Mahasiswa Bakal Serbu Istana Hari Ini

Photo Author
Agus Syahlan Tohamba, Rakyat Sultra
- Jumat, 20 Oktober 2023 | 12:54 WIB
Ribuan mahasiswa berencana menggelar aksi besar-besaran, di depan Istana Negara.
Ribuan mahasiswa berencana menggelar aksi besar-besaran, di depan Istana Negara.

rakyatsultra.id - Ribuan mahasiswa berencana menggelar aksi besar-besaran, di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Jumat (20/10/2023) siang.

Unjuk rasa tersebut untuk mengevaluasi kepemimpinan Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang telah berjalan sembilan tahun.

Salah satu isu yang diangkat dalam aksi yang diprakarsasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM-SI itu ialah menentang upaya Presiden Jokowi melanggengkan kekuasaannya melalui praktik nepotisme atau politik kekerabatan.

Koordinator Pusat BEM SI, Hilmi Ash Shidiqi menyatakan upaya Presiden Ketujuh RI itu mempertahankkan cengkeraman kekuasaannya terlihat pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas uji materi Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu) yang memungkinkan capres/cawapres berusia di bawah 40 tahun menjadi kontestan pilpres asalkan pernah menjadi kepala daerah.

“Keputusan ini jadi karpet merah untuk anak Jokowi maji jadi cawapres,” ujar Hilimi melalui siaran pers ke media.

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu menegaskan BEM SI menganggap Jokowi telah mengkhianati reformasi.

Menurut Hilmi, indikasi Presiden Jokowi mendukung figur tertentu sebagai capres juga juga terlihat nyata.

BEM SI menduga keputusan MK yang kontroversial tersebut mengindikasikan adanya cawe-cawe atau campur tangan Presiden Jokowi terhadap lembaga peradilan yang dipimpin adik iparnya tersebut.

“Jangan melanggengkan kekuasaan lewat jalur hukum,” imbuh Hilmi.

Memang putusan MK yang memungkinkan capres/cawapres berusia di bawah 40 tahun telah membuka peluang bagi anak-anak muda untuk tampil menjadi pemimpin nasional.

Namun, Hilmi mengatakan anak-anak muda, khususnya mahasiswa, juga mengendus agenda politik tertentu dalam putusan MK tersebut.

BEM SI Menduga Presiden Jokowi telah mengambil momen dan kesempatan dalam putusan MK tersebur.

“Memakai legitimasi anak muda (untuk melanggengkan kekuasaan, red),” ujar Hilmi.

Untuk aksi hari ini, BEM SI telah menyebarkan flyer atau selebaran digital melalui medsos. Aksi yang dinamai Geruduk Istana itu mengusung tagar #JokowiPengkhianatReformasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agus Syahlan Tohamba

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB
X