LAWORO - Dinas Pertanian dan Peternakan Muna Barat (Mubar) telah menjalin kerja sama menanam tembakau bersama Perusahaan Terbatas (PT) Sampoerna sejak 2019 lalu.
Sampoerna menjatuhkan pilihan dengan memilih Daerah Otonomi Baru (DOB) sebagai lokasi tanam tembakau, lantaran tanah disana sangat tepat menghasilkan tembakau berkualitas, sesuai keinginan perusahaan.
Menariknya, dalam jalinan kemitraan itu, perusahaan menyediakan semua kebutuhan petani. Mulai dari pembersihan wilayah, bibit, perawatan, hingga panen, ditanggung pihak terkait.
"Jadi memang, sudah dua tahun berjalan. Selama berjalan ini, keuntungan yang di dapat petani tembakau untuk bersihnya Rp 15 juta Perorang. Anak perusahaan dari PT Sampoerna," kata Kadis Pertanian dan Peternakan, Nestor Jono, kemarin.
Lokasi yang disiapkan, lanjut Nestor, ada sekitar 50 hektar sesuai permintaan perusahaan. Itu terlihat, di Satuan Pemukiman (SP) tiga Desa Wulanga Jaya, SP empat Desa Abdi Jaya, serta SP lima Desa Parura Jaya.
"Pihak perusahaan itu, sudah melakukan uji coba pengeringan daun tembakau yang ditanam. Kan, tiap tiga bulan panen. Nah, Konsel tidak cocok. Muna ditanam di Lambiku juga tidak memberikan citra rasa sesuai keinginan mereka. Kalau Mubar, dinggap pas. Makanya, kita dinas ini hanya memfasilitasi bahwa ada jaminan dari dinas bahwa lokasi yang ditanam legal," terangnya.
Selaku intansi terkait, kata Nestor, pihaknya cuman meyakinkan masyarakat, bahwa pihak perusahaan yang berinvestasi tanam tembakau, betul-betul serius dan bukan main-main.
"Alhamdulillah, sekarang masyarakat petani tembakau, sudah merasakan hasilnya. Karena, sudah dua tahun berjalan," pungkansya. (m1/b/aji)