"Di dalam rumah ada istri saya, anak-anak, ibu saya dan anak tinggal saya. Kejadiannya sekitar pukul 02.00 WITA. Saat kejadian, saya sedang keluar rumah. Anak tinggal saya sadar ada kebakaran setelah dia mencium bau bensin menyengat, kemudian ibu saya bangun dan langsung menyelup sarungnya ke dalam baskom, lalu menutup kobaran api itu dengan sarungnya," cerita Amin Rambega.
Atas kejadian ini, LM Amin Rambega mengatakan, peristiwa tersebut adalah pelajaran berharga, dimana dirinya dan keluarganya harus terus waspada dalam segala hal.
"Saya ambil hikmahnya, agar terus waspada. Meskipun tidak ada kerugian materi, tapi secara psikis keluarga, terutama anak-anak dan istri saya masih trauma," ucapnya.
Kejadian serupa juga dialami komisioner KPU Muna, rumah kediaman Andi Arwin yang terletak di Lomos Kelurahan Raha Satu Kecamatan Katobu bahkan ludes terbakar dilalap si jago merah.
Diwawancarai koran ini, Andi Arwin mengungkapkan peristiwa tersebut juga terjadi sekitar pukul 02.00 WITA Senin dini hari. Saat itu rumah Andi Arwin hanya dihuni Jumadin dan putranya yang masih kecil.
"Sementara saya menginap di rumah mertua di Jl Paelangkuta," katanya.
Beruntung saat peristiwa terjadi tak memakan korban jiwa, karena kebakaran itu diketahui sebelum semuanya ludes terbakar.
"Dia (Jumadin_red) tahu ada kebakaran, ketika sudah banyak asap yang masuk ke dalam rumah," ceritanya.