LAWORO - Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjen Pol Drs Agung Sabar Santoso SH MH juga mengagendakan lawatan di Kabupaten Muna Barat (Mubar) dalam rangka kunjungan kerja dan bertatap muka dengan masyarakat, pemerintah daerah dan penyelenggara pemilu, Jumat (3/6).
Di hadapan ribuan masyarakat yang menyambutnya di Rujab Bupati Mubar, orang nomor satu di jajaran Polda Sultra ini mengutarakan keinginannya agar pemerintah daerah baik eksekutif maupun DPRD (legislatif) Mubar dapat bersinergi demi kepentingan masyarakat.
"Saya ingin eksekutif dan DPRD dapat bersinergi untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi. Kalau untuk kepentingan diri sendiri, maka yang ada adalah berurusan dengan hukum," ujar Kapolda.
Tanpa bermaksud menggurui, Kapolda juga menganjurkan agar selalu mengedepankan sikap sabar dalam kehidupan. "Kalau tidak ada kecocokan maka harus bersabar dan mencari jalan keluarnya,"pesannya.
Brigjen Pol Sabar Santoso juga menyampaikan rasa tersanjungnya ketika mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat Mubar. "Selama saya jadi polisi, dalam penyambutan paling banyak adalah anggota saya dan pejabat daerah. Tapi di Muna Barat, saya disambut dengan akan-anak sekolah dalam jumlah yang banyak, kemudian tarian beraneka ragam, ada tarian dari Ponorogo, dan tarian daerah lain. Saya merasa sangat tersanjung,"puji Kapolda.
Sementara itu Pj Bupati Muna Barat, Drs LM Rajiun Tumada menjelaskan, masyarakat Mubar adalah heterogen, yang terdiri dari beberapa suku. Mantan Kasat Pol PP Pemprov Sultra ini mengatakan, pemekaran Muna Barat bukan merupakan terbentuknya suku Muna Barat, tapi hanya terjadi pemisahan secara administrasi.
Rajiun juga menegaskan bahwa tidak ada yang namanya putra daerah Muna Barat, karena masyarakat Mubar adalah bagian yang terbentuk dari komponen suku Muna, Tolaki, Jawa, dan suku-suku lain yang telah memberi kontribusi positif terhadap perkembangan daerah Mubar.