Jumat, 28 Agustus 2026

30 Juni Pemaparan Visi Misi Calon Rektor UHO, Panitia Pastikan Pilrek Transparan

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Senin, 29 Juni 2026 | 22:20 WIB
Suasana persiapan rapat senat khusus pemaparan visi, misi, dan program kerja Balon Rektor UHO Periode 2026-2030, Senin (29/6/2-26) bertempat di Auditorium Mokodompit UHO
Suasana persiapan rapat senat khusus pemaparan visi, misi, dan program kerja Balon Rektor UHO Periode 2026-2030, Senin (29/6/2-26) bertempat di Auditorium Mokodompit UHO

Kendari, rakyatsultra.id – Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 berkomitmen penuh menjaga integritas, netralitas, serta transparansi dalam seluruh tahapan krusial, dimana pada 30 Juni 2026 masuk tahapan Rapat Senat Terbuka Pemaparan Visi Misi Program Kerja Bakal Calon Rektor.

Guna memastikan proses berjalan adil, panitia telah merancang mekanisme ketat, mulai dari pembatasan waktu yang sangat disiplin hingga pengacakan urutan tampil bagi para kandidat.

Ketua Panitia Pilrek UHO, Prof. Dr. Ir. Ali Bain, M.Si., IPU., ASEAN Eng., Senin (29/6/2026) bertempat di Gedung Auditorium Mokodompit UHO Kendari, mengatakan bahwa seluruh elemen terlibat, wajib mematuhi rangkaian tata tertib acara yang telah disepakati demi kelancaran agenda besar universitas dimaksud.

"Pertama, panelis, senat, kemudian bakal calon harus taat dan konsisten dengan waktu yang sudah kita rancang. Proses pemantauan oleh Ketua Senat tadi ditujukan untuk memastikan agar semua yang terlibat dalam acara ini menyesuaikan diri dengan jadwal waktu yang sangat rigid yang sudah disusun oleh panitia," ujar Prof. Ali Bain saat diwawancarai usai persiapan agenda senat.

Dia melanjutkan, selain kedisiplinan waktu yang ketat, aspek transparansi diperkuat melalui metode penentuan urutan respons terhadap pendalaman materi. Prof. Ali Bain menjelaskan bahwa panitia menghindari pola penunjukan langsung guna meminimalkan potensi bias. Mekanisme respons dari bakal calon terhadap pertanyaan panelis akan ditentukan secara acak melalui sistem undian terbuka yang dipimpin langsung oleh Ketua Senat UHO.

Prof. Ali Bain juga menerangkan langkah preventif panitia dalam menegakkan netralitas. Langkah tersebut diwujudkan secara konkret melalui penandatanganan dokumen kesepahaman atau pakta integritas yang mengikat secara hukum dan aturan akademik bagi seluruh bakal calon rektor.

Kesepakatan ini memuat konsekuensi dan sanksi berat bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran dalam masa kontestasi.

"Tadi sudah ditegaskan bahwa dalam acara ini juga ada penandatanganan perjanjian atau kesepahaman antara semua bakal calon untuk memastikan segala macam konsekuensinya. Jika melanggar kesepakatan atau pakta integritas ini, maka yang bersangkutan bersedia untuk dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku," tuturnya secara tegas.

Guna memberikan bobot penilaian komprehensif, objektif, dan mendalam, panitia mengonfirmasi telah menetapkan delapan orang panelis yang ditunjuk untuk menggali visi dan program kerja para kandidat. Kedelapan panelis ini sengaja dipilih karena merepresentasikan seluruh entitas atau pemangku kepentingan (stakeholders) yang berada di dalam maupun di luar lingkungan civitas akademika UHO.

 

Berikut adalah daftar resmi 8 panelis beserta entitas yang diwakili:

1. Unsur Pemerintah / Forkopimda: Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si. (Bupati Konawe Selatan).

2. Dewan Guru Besar: Prof. Drs. Asrul Sani, M.Sc., Ph.D. (Ketua Dewan Guru Besar).

3. Unsur Dosen: Dr. Kurniati Ornam, S.T., M.T. (Perwakilan Dosen UHO).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Terpopuler

X