Jumat, 28 Agustus 2026

Menko Marves Sebut Sultra Jadi Penjaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Minggu, 21 Februari 2021 | 12:21 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan MPA bersama Gubernur Sultra, H Ali Mazi SH, di Kantor Kemenko Marves RI, Gedung BPPT 1 Lantai 3, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Frans Patadungan/Kominfo Sultra.      KENDARI - Sejak lama, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dikenal memiliki kekayaan sumberdaya alam berlimpah mulai dari hasil tambang, sektor pertanian, industri jasa, peternakan, perikanan, pariwisata, hingga budaya. Namun, di masa Pemerintahan Gubernur Sultra, H Ali Mazi SH bersama Wakilnya, Dr H Lukman Abunawas SH MSi, semua sektor akan dibangkitkan, yang pelan-pelan berorientasi pada peningkatan kualitas tenaga kerja lokal hingga kesejahteraan masyarakat Sultra. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Menko Marves RI) Jenderal TNI (Purn), Luhut Binsar Pandjaitan MPA telah menangkap visi misi Gubernur Sultra, H Ali Mazi, sehingga tidak heran untuk mendukung mimpi tersebut, sebelumnya sejumlah kementerian telah berkunjung ke Bumi Anoa ini. Menurut Luhut, dengan tiga sektor saja yang dimiliki yakni industri logam, deposit Aspal Alam (Asbuton) dan perikanan, jika berjalan beriringan maka Sultra bisa menjadi penjaga stabilitas ekonomi Indonesia bahkan dunia. Hal tersebut diungkapkannya saat menerima kunjungan serta rapat bersama Gubernur Sultra, yang didampingi Kepala ESDM Provinsi Sultra, Kadikbud Sultra, Drs Asrun Lio MHum PhD, dan Asisten I Prov Sultra, bertempat di Kantor Kemenko Marves RI, Gedung BPPT 1 Lantai 3, Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini. "Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) inilah yang membuat masyarakat Sultra bisa bertahan, bahkan di masa pandemi sekali pun. Untuk manfaat secara jangka panjang, Sultra mampu menjadi penjaga stabilitas ekonomi Indonesia, meskipun hanya dari tiga sumber tersebut," ucap Menko Marves RI ini. Gubernur Sultra, H Ali Mazi SH berpesan bahwa saatnya Sultra bangkit kembali, meskipun masih dalam situasi covid-19 dengan menerapkan disiplin terhadap protokol kesehatan. Gubernur siap mengawal ide yang telah ditanam melalui empat kementerian, termasuk diantaranya upaya pencetakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul ahli teknologi dan pengetahuan melalui dua perguruan tinggi baru, yakni Politeknik Industri Logam Virtue Dragon Institute of Technology (PIL-VDIT) di Morosi, Kabupaten Konawe, serta Institut Teknologi Kelautan (ITK) di Pasarwajo, Kabupaten Buton. Kepada pemerintah pusat melalui Kemenko Marves Gubernur Sultra, Ali Mazi menyatakan apresiasi kepada Pemerintah Pusat atas dukungan kepada Pemerintah Provinsi Sultra, yang saat ini tengah berusaha mendorong potensi Sumber Daya Manusia di Sultra. Dukungan Kemenko Marves merupakan bentuk nyata keinginan pemerintah pusat, untuk mendorong pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, khususnya Sultra. "Ini kebanggaan bagi kita. Mari kita bekerja serius untuk hal ini, agar cita-cita pemerintah menciptakan SDM yang unggul, dapat tercapai," kata Gubernur, Ali Mazi. Kembali Menko Marves RI, Luhut Pandjaitan menjelaskan bahwa kesepakatan kerja sama pendidikan yang telah berjalan dengan pihak swasta dan pemerintah daerah tersebut, akan memberi kesempatan bagi Provinsi Sultra memiliki dua lembaga pendidikan baru, dimana mampu membentuk SDM unggul untuk pemanfaatan kekayaan alam Sultra. "Di tahun 2021 ini, kita mau semua berjalan dengan baik. Mulai dari persyaratan, pengajuan perizinan, pembangunan, sampai pengoperasiannya," jelas Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Kamis (18/02/2021). Sebelumnya, empat kementerian telah melakukan kunjungan ke Sultra, yakni Kementerian Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Tenaga Kerja, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional. Gubernur Sultra telah melakukan kunjungan balasan pada empat kementerian tersebut, sekaligus melakukan tindak lanjut terhadap sejumlah program selama dua hari, 18-19 Februari 2020. Saat berada di Kementerian Kemaritiman dan Investasi, Gubernur Sultra, H Ali Mazi SH melaporkan sejumlah hal, diantaranya terkait progres kesiapan sarana dan prasarana proyek nasional pemanfaatan Aspal Buton, kondisi Kawasan Industri Nasional, dan tahapan akhir pendirian Politeknik Industri Logam di Konawe, yang diusulkan memiliki nama Akademik Politeknik Industri Logam-Virtue Dragon Institute of Technology (PIL-VDIT), serta Institut Teknologi Kelautan Buton. Secara keseluruhan, ada sembilan poin penting pembicaraan dalam audiensi tersebut, termasuk diantaranya kesiapan sarana pendukung Proyek Pengembangan Jalan Hauling-Isabungka-Lawele sepanjang 26,2 Km yang menjadi jalan penghubung menuju Pelabuhan Kebutuhan Khusus Nambo, dengan kontrak senilai Rp 200 miliar. Selanjutnya, pengaspalan jalan sepanjang 648,10 Km se-Sulawesi yang anggarannya berasal dari DAK Fisik Jalan T.A. 2021 senilai Rp 931 miliar. Tentang rencana restorasi Terumbu Karang Indonesia untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), gubernur juga menjelaskan progres pengembangan kawasan industri baru, Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP) dalam Kawasan Industri Routa (KIR), di Kabupaten Konawe Utara (Konut). Termasuk Peningkatan Status Bandara Haluoleo. Dalam kesempatan itu, Gubernur, Ali Mazi dan Menko Marves, Luhut Pandjaitan membicarakan Optimalisasi PAD melalui kebijakan Labuh Jangkar. (put/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X