Kondisi Mesin Pompa Air Milik PDAM Tirta Anoa Kendari yang sudah tua. Foto: Iksan/Rakyat Sultra
KENDARI - Air leding PDAM Tirta Anoa beberapa hari ini tidak mengalir ke pelanggan, padahal Kota Kendari sudah memasuki musin hujan.
Sejumlah pelanggan mengeluhkan kinerja PDAM lantaran tidak siap melayani masyarakat. Apalagi persoalan klasik terus menjadi alasan terganggunya distribusi air.
Salah satu pelanggan PDAM Tirta Anoa di Lorong Salemba, Rasyid, mengeluhkan kinerja PDAM Kendari . Dia bilang, sudah dua bulan leding dirumahnya tidak mengalir. Bahkan sudah dua bulan dirinya membeli air tower. Dia dan warga sekitar kesulitan mendapat air bersih.
Di sisi lain, pada kondisi saat ini, masyarakat dituntut untuk hidup bersih dan sehat guna menghindari penyebaran virus corona.
Pelanggan lain beralamat di Jalan Mekar Baru, Lorong Batu Merah, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Agus Tohamba juga mengeluhkan kinerja PDAM Kendari.
Dia menilai PDAM Tirta Anoa Kendari tidak layak operasi, apalagi dengan kondisi wabah Covid 19 saat ini. "Kami masyarakat hanya dihadapkan dengan persoalan klasik terus yakni rusaknya Mesim Pompa PDAM. Itu menjadi alasan terganggunya distribus air, " sebutnya.
-
Mesin Pompa air PDAM Kendari yang rusak sedang diperbaiki. Foto/Iksan.
Saat dikonfirmasi, Direktur PDAM Kendari, Damin membenarkan tidak mengalirnya distribusi air di Kota Kendari. Katanya, itu karena satu pompa milik PDAM tirta Anoa mengalami kerusakan.
"Memang benar ada kerusakan dua mesin pompa air milik PDAM di Intake Pohara. Karena usia mesin yang sudah tua menyebabkan cara kerja pompa tidak efesien (kinerja pompa menurun). Produksi mesin pompa berkurang sehingga tidak maksimal," ucap Damin Minggu (12/04/2020).
Damin menyebut, kerusakan mesin itu membuat distribusi air di enam kecamatan di Kota Kendari terganggu. Keenam kecamatan itu yakni Kecamatan Puuwatu, Kecamatan Mandonga, Kecamatan Kadia, Kecamatan Wuawua, Kecamatan Kendari dan Kecamatan Kendari Barat.
Namun pada Jumat (10/4/2020) Kemarin, distribusi air PDAM sudah kembali normal karena dua mesin pompa tersebut sudah di perbaiki. "Sehingga yang belum mengalir sekarang hanya wlayah pelayanan sekitar rumah sakit jiwa," katanya.
Damin menambahkan, pihaknya sudah mengusulkan penggantian mesin pompa PDAM Tirta Anoa yang sudah tua. "Kami telah mengusulkan dua unit mesin pompa. Soal berapa nilainya, nanti pihak pusat yang menentukan, setelah itu baru dianggarkan," tambahnya.
Dua unit pompa baru tersebut nantinya akan digunakan untuk pendistribusian air pada enam kecamatan padat penduduk, sedangkan di empat kecamatan lain pendistribusian air masih lancar yakni Baruga, Poasia , Kambu dan Anduonohu.
Selain rusaknya dua mesin pompa air, minimnya pasokan air ke Water Treatment Plan (WTP) juga menjadi kendala PDAM Kendari saat ini, sekalipun musim hujan, kemampuan pompa yang terbatas tidak mampu memasok air ke WTP.
"Pasokan air yang sangat terbatas dan perkembangan konsumen yang meningkat sehingga tidak bisa melayani masyarakat secara keseluruhan," pungkasnya. (p2/aji)