KENDARI – Kawasan Tugu Persatuan Sultra atau Tugu Religi kini kondisinya tidak karuan. Selain kumuh, banyak sampah berserakan. Meskipun disisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra terus melakukan perbaikan-perbaikan kawasan tersebut.
Hal ini pun diakui Pelaksana Gubernur Sultra HM Saleh Lasata belum lama ini. Kondisinya yang semakin tidak terawat, Tugu MTQ akan dilakukan penataan kembali. Sehingga kawasan tersebut bisa benar-benar jadi ikon Sultra yang patut dibanggakan.
"Tugu MTQ itu akan ditata kembali, supaya bagus. Kan sekarang sementara diperbaiki dan akan diperuntukan sesuai fungsinaya kembali," ujar Saleh Lasata.
Terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, H Pahri Yamsul tidak menampik jika saat ini tugu religi sudah kumuh dan telah mengalami degradasi fungsi. Mestinya, tugu yang jadi ikon yang juga wisata religi dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan.
"Jadi sesaui pesan pak gubernur, bagaimana kita kembalikan fungsinya. Karena itu penting, dan kita sudah mulai lakukan perbaikan-perbaikan," katanya.
Tugu Religi yang letaknya behadapan langsung dengan kawasan Taman Kota (Tamkot) itu, juga akan mejadi salah satu pilihan ruang terbuka untuk masyarakat. Salah satu fungsinya, masyarakat bisa memanfaatkan untuk melakukan aktifitas dihari libur atau hari-hari lain untuk berolahraga.
Selain itu, masyarakat bisa melakukan kegiatan-kegiatan lain yang lebih produktif di palataran MTQ. "Banyak aktivitas yang bisa dilakukan nantinya di sana (MTQ) untuk masyarakat," kata Ketua Pengporv Perbasasi Sultra itu.
Tahun 2018, Pahri menyebutkan, ada anggaran yang akan di gunakan untuk pembenahaan Tugu MTQ tersebut sebesar Rp 100 juta. Anggaran tersebut diperuntukan untuk perbaikan isntalasi litrik yang ada di MTQ. Tahun sebelumnya, pihaknya juga telah menganggarkan sebesar Rp 10 miliar untuk perbaikan. (efn)