Jumat, 28 Agustus 2026

Asrun: Guru Pencetak SDM Berkualitas

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Jumat, 30 September 2016 | 15:58 WIB
Ketua DPD PAN Kota Kendari, Dr Ir H Asrun MEng Sc
Ketua DPD PAN Kota Kendari, Dr Ir H Asrun MEng Sc

-
Wali Kota Kendari Dr Asrun

KENDARI, RSONLINE - Wali Kota Kendari Dr Asrun yang merupakan Pembina PGRI Kota kendari, banyak berharap untuk tenaga pendidik bisa menciptakan kualitas lulusan yang bisa bersaing untuk merespon tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN saat ini. Sehingga, menjadi persaingan besar untuk sumber daya manusia di dunia kerja.

Kata dia, peran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di sini menjadi penting. Hal tersebut disampaikan ketika menghadiri pelantikan Pengcab PGRI se-Kota Kendari, belum lama ini.

"Untuk anak didik sebagai generasi pendukung di masa akan datang, apalagi sekarang sudah memasuki MEA sehingga persaingan di dunia kerja makin besar. SDM dalam hal ini pendidikan harus lebih diperhatikan. Guru adalah pencetak SDM berkualitas," pesannya.

Dia menambahkan, PGRI merupakan organisasi profesi yang bisa membangun kesadaran guru untuk melaksanakan tugas secara profesional, dengan kebijakan pemerintah harus mengedepankan sistem kerja sama untuk peningkatan etos kerja dan bisa bermanfaat semaksimal mungkin.

"Peningkatan etos kerja masih sangat dibutuhkan dan harus selalu bekerjasama agar mendapatkan hasil yang maksimal," tambahnya.

Harapannya, agar guru melalui PGRI bisa mendesain program pembelajaran inovatif, bermakna, integritas, dan memperhatikan potensi siswa. Selain itu, guru juga harus profesional sebab guru merupakan wakil pemerintah dalam menyiapkan warga negara berkualitas sebagai penerus masa depan bangsa, yang menjunjung tinggi warisan budaya bangsa.

"PGRI harus inovatif baik perencanaan maupun evaluasi pembelajaran,agar bisa menciptakan warga negara berkualitas menjunjung warisan budaya bangsa," ucapnya.

Kota Kendari masih diposisi teratas untuk APN dan APK untuk Sulawesi tenggara. Artinya, lanjut dia, guru di Kota Kendari selalu menjaga profesionalisme dalam mendidik. Terbukti tidak jarang SMA maupun SMP atau bahkan SD tampil terbaik diajang penghargaan manapun.

Tenaga guru masih sangat dibutuhkan. Kata Asrun, jumlah guru honorer masih sama jumlahnya dengan guru negeri dan harus di PNS-kan. Walaupun sertifikasi bisa menjadi alternatif lain, tetapi tidak bisa berprestasi penuh jika income tidak maksimal. Olehnya itu ini bisa menjadi PR untuk pemerintah pusat.

"Guru Honorer masih sama jumlahnya dengan Negeri sehingga ini masih butuh perhatian pemerintah pusat untuk memperhatikan kesejahteraan guru walaupun sertifikasi sudah ada," katanya.

Masih dia, harapanya melalui organisasi PGRI, guru bisa saling mengingatkan untuk memberikan masukan dalam hal peningkatan profesionalitas tugas guru itu sendiri. Olehnya itu sertifikasi jangan dihapuskan, karena itu merupakan tolak ukur dari kinerja guru dalam menciptakan kualitas SDM di Kota Kendari.

"Harapan saya, agar melalui organisasi ini bisa saling memberi masukan dalam peningkatan profesionalisme tugas guru dan sertifikasi jangan dihapuskan karena itu tolak ukur kinerja guru," harapnya. (p6/b/alp)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X