RAKYATSULTRA.COM, SURABAYA - Pengikut Dimas Kanjeng Tata Pribadi tersebar di pelosok negeri. Ternyata salah satu daya tarik yang membuat orang-orang rela menjadi pengikutnya adalah iming-iming akan mendapat R p 1 miliar.
Kesaksian itu disampaikan oleh Sabreki, salah seorang kerabat pengikut Dimas Kanjeng dari Desa/Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mampawah, Kalimantan Barat.
Di desa ini ada sekitar 20 orang pengikut Dimas Kanjeng. rata-rata mereka sudah jadi pengikut sejak enam tahun lalu.
Ikutnya warga Desa Sungai Pinyuh tak lepas dari peran Karno, warga setempat. Di sana, Karno mengajak warga setempat untuk ikut pengajian yang dibentuk oleh orang-orang Dimas Kanjeng.
Kelompok pengajian itu diiming-iming uang Rp 1 miliar untuk setiap anggota. Syaratnya, Rp 400 juta dari Rp 1 miliar itu harus disumbangkan untuk fakir miskin dan anak yatim.
Dengan iming-iming itu, akhirnya warha desa setempat terarik. Bahkan, tak butuh waktu lama, puluhan warga langsung membentuk kelompok pengajian itu.
“Tapi ternyata setelah membentuk kelompok pengajian, anggotanya diminta untuk membayar mahar yang jumlahnya beragam,” ujar Subekri.
Salah satu kerabar Subekri yang bernama Saru’i sudah menyetor Rp 300 juta. Namun, pria yang bekerja sebagai jagal sapi itu tak kunjung mendapatkan uang berlipat seperti yang dijanjikan. Yakni Rp 30 miliar.
Uang pengganti pun tak diperolehnya. Begitu pula anggota yang lainnya.(JPG)