Jumat, 28 Agustus 2026

Cabor Minta KONI Tanggungjawab

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Selasa, 23 Agustus 2016 | 09:13 WIB
Suasana musyawarah olahraga KONI VI Kota Kendari yang berlangsung di Hotel Athaya, Minggu (27/9). Dalam kegiatan itu, Sekda Kota Kendari Alamsyah Lotunani terpilih sebagai Ketua Umum KONI Kendari periode 2015-2019.
Suasana musyawarah olahraga KONI VI Kota Kendari yang berlangsung di Hotel Athaya, Minggu (27/9). Dalam kegiatan itu, Sekda Kota Kendari Alamsyah Lotunani terpilih sebagai Ketua Umum KONI Kendari periode 2015-2019.

*Keterlambatan Input Data Online

KENDARI - Sekretaris Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sultra Mochtar Syahrir, meminta tanggungjawab KONI Sultra. Dua pebalap Sultra, Handy Tuahatu dan Yudi Prayogo, terancam batal ke PON XIX. Pasalnya, berkas keduanya ditolak Panitia Besar (PB) PON XIX karena terlambat dimasukkan secara online.

Selain atlet Pengprov IMI Sultra, ada tiga cabor lain yang ditolak berkasnya oleh PB PON XIX. Ketiganya yakni, gulat, tinju dan dayung. Padahal, keempat cabor ini sudah menyetorkan berkas sejak jauh-jauh hari.

Sebelumnya, pihak PB PON sudah memberikan batas waktu bagi KONI Sultra sejak Juni untuk menginput berkas atlet secara online. Namun, entah mengapa, KONI yang sudah dilengkapi dengan layanan internet dan personil lengkap, terlambat memasukkan data ke pusat.

"Kita minta Ketua KONI Sultra bertanggungjawab. Karena kita sudah masukan berkas atlet sejak beberapa waktu lalu. Tapi kenapa sampai bisa terlambat seperti ini," kata Mochtar Syahrir, Senin (22/8).

Dikatakan Mochtar Syahrir, balap motor menjadi cabor andalan Sultra. Prestasi kedua pebalapnya di Pra-PON lalu, memberikan harapan medali bagi Sultra. Sehingga, Ketua KONI dan pengurus, mesti turun langsung menyelesaikan masalah ini ke PB PON.

Sementara itu, Pelatih tinju Sultra, Muchtar, salah satu cabor asal Sultra yang berkasnya ditolak PB PON, mengakui kecewa dengan sikap ini. Dikatakan Pelatih asal Kabupaten Muna ini, Erna, atlet tinju PON XIX sudah cukup berlatih keras sejak awal Pelatda PON.

"Kasihan atlet, dengan semua latihannya, dia harus terkandas hanya karena persoalan keterlambatan berkas. Padahal, kita sudah setor berkas ini sejak jauh hari. KONI harus tanggungjawab," tegas Muchtar.

Kedua cabor lainnya, Dayung dan Gulat, belum bisa dikonfirmasi. Namun, pihak Pengelola data cabor dayung, Firman, mengakui sudah melengkapi data seluruh atlet dayung Sultra. Terkait hal ini, Ketua KONI Sultra, Lukman Abunawas, belum bisa dikonfirmasi. (r5/b/put)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X