KENDARI - Makanan atlet pelatda PON XIX selama dua hari berturut-turut sejak Senin-Selasa (18-19/7), cepat habis tak bersisa. Sebagian atlet, hanya makan sayur dan sup.
Makanan yang cepat dilahap atlet ini, menunya diketahui berupa tumisan cumi-cumi, ikan bolu bakar saus asam manis, perkedel udang dan beberapa sayuran berbahan kentang dan sejenisnya. Makanan ini, oleh atlet jarang dinikmati selama Pelatda PON.
Sehingga, tidak cukup beberapa menit, lauk pauk yang disediakan untuk belasan atlet ini habis tak bersisa. Buntutnya, hanya sebagian atlet saja yang bisa menikmati cumi-cumi. Sementara lainnya, hanya menikmati nasi dan sayur.
"Kita pusing, baru keluar kamar makanan sudah habis. Kita yang mau makan akhirnya tidak kebagian. Ini tidak tahu, makanannya yang enak atau terlalu sedikit," kata Dewi, salah satu atlet putri.
Dikatakan salah satu pelatih yang enggan disebut namanya, harusnya penyedia makanan menyediakan lauk dalam jumlah banyak. Sebab, porsi makan atlet layaknya buruh bangunan. Karena, capek berlatih seharian.
"Jadi, kalau hanya sedikit seperti ini, atlet lain mana akan kebagian. Kan kasihan mereka. Atlet makan banyak bukan karena berlambung besar, tapi karena tuntutan pengembalian energi mereka yang terkuras habis selama latihan," kata pelatih.
Sebelumnya, makanan atlet kerap diperdebatkan karena tidak sesuai selera. Pasalnya, penyedia makanan memberikan makanan yang tidak sesuai dengan mayoritas lidah atlet PON XIX. Selain itu, makanan yang disajikan dinilai terlalu kering karena mengandung minyak yang banyak.
Namun, selama dua hari berturut-turut, penyedia mengakali lauk atlet dengan udang dan cumi-cumi. Namun, tampaknya penyedia konsumsi salah memprediksi. Sebab, karena terlalu digemari, lauk ini cepat habis sehingga atlet lainnya tidak kebagian makanan.(cr5/b/hum)