Jumat, 28 Agustus 2026

Nur Alam Tegaskan Istrinya Tak Maju Pilkada

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Senin, 18 Juli 2016 | 10:54 WIB
nur-alam-gubernur-sultra
nur-alam-gubernur-sultra

KENDARI - Momentum halal bihalal KAHMI Sultra  yang digelar pada Sabtu malam, di Grand Clarion Hotel dan Convention Kendari, digunakan Nur Alam menyampaikan 'sikap' politiknya pada suksesi Pilgub mendatang.

Pada kesempatan itu, ditegaskannya, pascaberakhir  menduduki jabatan Gubernur Sultra, dirinya tidak akan mendorong istrinya untuk maju pada suksesi pemilihan mendatang.

"Saya tidak akan mendorong istri saya atau anak saya untuk maju. Meskipun masih ada dorongan orang-orang yang menghendaki agar istri saya maju. Tapi saya pastikan tidak," kata Nur Alam dalam sambutannya, disertai sambutan hangat dari peserta yang hadir.

Sudah dua periode dirinya menjabat  sebagai gubernur Sultra, tentu waktu tersebut menurutnya sudah cukup bagi dirinya untuk tidak mendorong istrinya maju di suksesi pilgub mendatang.

-
Hj Tina Nur Alam

Alasannya, dirinya tidak mau membangun dinasti politik, dengan mendorong kembali istri atau anaknya maju, setelah dirinya selesai menjabat.

Dengan tidak majunya istrinya, maka  diharapkan akan  membuka kesempatan bagi calon-calon lain untuk maju pada Suksesi Pilgub mendatang.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga mengungkapkan, selama dua periode kepemimpinannya memimpin Sultra, dirinya menyadari tentu masih terdapat kekurangan selama memimpin. Namun tegasnya, dirinya telah bekerja keras dalam membangun provinsi Sultra.

Ajang silaturahmi antar sesama kader hijau-hitam itu juga menjadi momentum gubernur Sultra selaku pelindung dan penasehat KAHMI Sultra,  menyampaikan permohonan maaf lahir-batin kepada segenap pengurus, anggota KAHMI Sultra serta berbagai pihak yang hadir dalam acara halal bihalal tersebut.

Bahkan, momentum tersebut juga menjadi ajang saling memaafkan antara dirinya dengan mantan komisioner KPU Sultra Dr Eka Suaib.

Mantan Ketua Umum HMI Cabang Kendari sekaligus mantan presidium KAHMI Sultra ini, dalam testimoninya diakhir acara, juga menyampaikan permohonan maafnya kepada Nur Alam, pada saat suksesi Pilgub lalu.

Menurutnya, keputusan yang diambilnya saat ini, lahir dari sikap akademisi yang melatarinya. Meskipun dirinya harus diberhentikan dari kursi komisioner KPU Sultra. "Meski saya harus menerima pemecatan itu, tapi bagi saya itu bukan kiamat," ujarnya.

Usai membawakan testinominya Eka Suaib kemudian turun dari podium, sementara Nur Alam  yang tengah duduk di maja bundar langsung berdiri menyambut Eka Suaib, keduanya pun langsung saling bersalaman dan berpelukkan disertai sambutan hangat dari peserta yang menyaksikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X