“Program ini sangat baik, tinggal kita buatkan MoU-nya, kesepakatannya, sehingga apa menjadi harapan kita bersama bisa kita wujudkan. Pertemuan ini kita sudah kita gagas agar bisa lahirnya Desa Berdaya, tinggal kita lanjutkan melalui program kerjasama melalui MoU,” harapnya.
Saat ini masyarakatnya secara mandiri bekerja sebagai peternak sapi. Jika dibuatkan program pengemukan sapi bekerja sama dengan Amal Center, tuturnya maka desanya akan menjadi lumbung penghasil sapi-sapi berkualitas baik dengan bobot daging sapi yang berat. Yang berarti desanya telah mampu berdaya.
Hal serupa juga utarakan Kepala Desa Tawamelewe Wayan dan Mislan selaku Kades Matahoalu turut mengampaikan potensi ekonomi desa bisa dikolaborasikan dengan Amal Center, terutama pendampingan pelaku usaha kecil dari sisi permodalan dan pemasaran di desa, agar warganya bisa menciptakan home industry mandiri.
Sementara kades-kades lainnya yang hadir, menyampaikan dukung atas program Amal Center membantu warga desa agar lebih berdaya saing, dengan menyampaikan kepada aparat desa dan warga tentang program Amal Center dan mengidentifikasi usaha warga desa yang bisa dikolaborasikan.
Dalam pertemuan yang penuh rasa kekeluargaan tersebut, turut hadir Ketua, Sekretaris dan Bendahara Amal Center Indonesia masing-masing Ramadhan Mpera, Agus S. Tohamba dan Rajuddin serta pengurus Amal Center Indonesia. Sementara itu moderator dalam pertemuan tersebut yakni Tahsan Tosepu yang juga mantan Anggota DPRD Kabupaten Konawe.
Untuk diketahui, Amal Center Indonesia merupakan lembaga pemberdayaan yang bergerak di bidang sosial ekonomi, didirikan oleh pengusaha Property Nasional Amaluddin, banyak memberikan pendampingan usaha kepada pelaku usaha kecil di daerah-daerah. AGS/RS