KENDARI, rakyatsultra.id - Sejumlah Kepala Desa (Kades) Se-Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe siap mewujudkan Program Desa Berdaya melalui kolaborasi dan pemdampingan dengan Amal Center Indonesia.
Langkah tersebut ditandai dengan pertemuan para kepala desa yang dipimpin Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi) Kecamatan Uepai dengan Pendiri dan Pengurus Amal Center Indonesia, bertempat di ruang pertemuan Lantai II Hotel Plaza Inn Kendari, Minggu 8 Oktober 2023.
Dalam pertemuan itu, pendiri Amal Center Indonesia Amaluddin M. ST menuturkan lembaga yang didirikannya telah banyak memberikan pendampingan dan bantuan usaha kepada masyarakat di sektor ekonomi sejak tahun 2007 hingga saat ini.
Diantara kegiatan usaha dijalankan hingga saat ini adalah didirikannya lembaga keuangan mikro di sejumlah daerah, diantaranya Kabupaten Bombana, Buton Utara, Buton, Kota Kendari yang membantu permodalan dan pendampingan usaha warga agar para pelaku usaha kecil dapat lebih berdaya saing.
Karenanya melalui pertemuan tersebut, dirinya mengharapkan kades bisa menginventarisir potensi perekonomian warga desa, untuk diberikan pendampingan usaha melalui lembaga Amal Center Indonesia.
Amal Center Indonesia kata pengusaha property nasional ini, bercita-cita mencetak pengusaha-pengusaha baru tiap desa melalui program Desa Berdaya.
“Kita ingin mencetak satu desa satu pengusaha baru yang berdaya saing, tak kalah dengan pengusaha-pengusaha lain di luar daerah. Karena itu, kita siap bersinergi dan memberikan pendampingan di desa-desa agar bisa lebih berdaya,” tuturnya.
Seperti contohnya, di salah satu desa dimana mayoritas warganya adalah peternak sapi. Jika berkolaborasi dengan Amal Center Indonesia, maka lembaga ini akan memberikan pendampingan usaha seperti menghadirkan program penggemukan sapi sampai membantu pendampingan pemasaran, sehingga warga bisa mendapatkan hasil maksimal dari usahanya sebagai peternak sapi.
Begitu juga dengan usaha ekonomi lainnya yang ada dimasing-masing desa, Amal Center Indonesia siap memberikan pendampingan dan kolaborasi, hingga desa tersebut mampu tampil berdaya saing tak kalah dengan daerah-daerah lain.
“Di Amal Center Indonesia kita punya beberapa tenaga ahli dan pakar di bidang Pengelohan Bahan Baku yang siap membantu desa-desa bisa bangkit dan berdaya saing dengan potensi usaha yang dimiliki masing-masing,” sebutnya.
Kader Partai Gelora Indonesia ini berharap, lembaga Amal Center Indonesia dan warga desa melalui kades tinggal menyepakati kerjasama program yang dituangkan dalam MoU, untuk dilaksanakan secara bersama-sama.
Sementara itu, Kepala Desa Langgomea Budiarta menuturkan mewakili warga desa, dirinya sangat menyambut baik program Amal Center Indonesia yang siap membantu masyarakat desa melalui program-program pemberdayaan sebagaimana disampaikan pendiri Amal Center Indonesia Amaluddin M. ST.
Apalagi lanjutnya, kebetulan di desa yang sedang dipimpinnya saat ini, umumnya warganya bermata pencaharian sebagai peternak sapi sekaligus petani. Jika program pendampingan ini berjalan desanya siap bekerjasama dengan Amal Center Indonesia.